Article Details

POTENSI BIOAKTIVITAS NANOPARTIKEL FRAKSI BIOAKTIF DARI EKSTRAK ETANOL KULIT KERAS BIJI MELINJO (GNETUM GNEMON L.) SEBAGAI ANTIHIPERURISEMIA

Oleh   Vienna Saraswaty [30716002]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D.;Prof. Dr. Heni Rachmawati, Apt., M.Si.;Dr. Sri Pudjiraharti;
Jenis Koleksi : S3-Disertasi
Penerbit : Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : antihiperurisemia, antioksidan, diuresis, fraksi bioaktif, kulit keras biji melinjo, macroporous adsorptive resin, nanopartikel
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-28 11:06:30

Hiperurisemia adalah kondisi dimana kadar asam urat serum darah lebih dari batas ambang normal, yaitu lebih dari 5,6 mg/dL untuk wanita dan 7,0 mg/dL untuk pria. Kondisi hiperurisemia yang tidak terkontrol akan mengakibatkan terdepositnya kristal urat pada sendi sehingga mengakibatkan peradangan dan gout dan juga menimbulkan berbagai komplikasi penyakit seperti gagal ginjal, hipertensi, dan juga penyakit kardiovaskuler sehingga menurunkan kualitas dan harapan hidup. Oleh karena itu sangat penting untuk mengobati dan mencegah kondisi hiperurisemia. Ekstrak daging biji melinjo (Gnetum gnemon L.) telah terbukti memiliki aktivitas farmakologi yang luas, di antaranya adalah sebagai antioksidan, antitumor, inhibitor tirosinase, antibakteri, dan antihiperurisemia. Akan tetapi aktivitas antioksidan dan antihiperurisemia dari ekstrak daging biji melinjo yang berkaitan dengan penghambatan enzim xanthine oxidase (XO) rendah. Produk samping agroindustri merupakan sumber potensial senyawa bioaktif. Oleh karena itu diperlukan upaya ekplorasi produk samping buah melinjo yaitu bagian kulit keras bijinya sebagai antioksidan dan antihiperurisemia. Konsentrasi senyawa aktif obat bahan alam sangat rendah karena terdiri dari campuran senyawa aktif dan tidak aktif. Selain itu, senyawa aktif bahan alam pada umumnya kurang larut dalam air. Dengan proses fraksinasi, konsentrat senyawa aktif dapat ditingkatkan. Beberapa penelitian juga menunjukan bahwa kecepatan pelarutan suatu bahan obat yang sukar larut dalam air dapat ditingkatkan dengan pendekatan nanoteknologi dan sebagai dampaknya terjadi peningkatan efikasi. Oleh karena itu dalam penelitian ini fokus pada upaya peningkatan aktivitas ekstrak etanol kulit keras biji melinjo sebagai antioksidan dan antihiperurisemia melalui kombinasi fraksinasi dengan menggunakan macroporous adsorptive resin (MAR) HPD-600 dan nanonisasi fraksi paling aktif dengan menggunakan metode top down menggunakan instrumen high energy milling sebagai antioksidan dan antihiperurisemia. Untuk menguji hipotesis bahwa aktivitas antioksidan dan antihiperurisemia ekstrak etanol kulit keras biji melinjo meningkat setelah proses fraksinasi dan nanonisasi, maka dilakukan uji aktivitas antioksidan dan antihiperurisemia ekstrak etanol, fraksi aktif dan nanopartikel fraksi aktif. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu metode penangkapan radikal bebas DPPH dan ABTS serta metode kapasitas mereduksi logam Cu dan Fe dengan cara CUPRAC dan FRAP. Sedangkan uji aktivitas antihiperurisemia dilakukan secara in vitro melalui penghambatan enzim XO dan secara in vivo dengan rute oral menggunakan tikus wistar jantan yang diinduksi menjadi hiperurisemia dengan kalium oksonat. Untuk mengamati perubahan karakter fisik dan kimia dari hasil proses nanonisasi maka dilakukan pengamatan terhadap ukuran partikel dengan particle size analyzer (PSA), morfologi partikel dengan Scanning Electron Microscope (SEM), derajat kristalinitas dengan X-Ray diffractometer (XRD), sifat termal dengan thermal gravimetri analysis (TGA) dan differential scanning calorymetri (DSC), perubahan gugus fungsi dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR) serta total senyawa fenol (ekivalen dengan asam galat/GAE). Pengamatan uji toksitas akut oral dengan dosis tunggal 5000 mg/kg bb juga dilakukan untuk mengetahui respon toksisitas awal. Sedangkan untuk mengetahui jenis senyawa yang terkandung dalam fraksi aktif dilakukan karakterisasi dengan menggunakan instrument liquid chromatography tandem mass spectrometry (LC-MS/MS). Hasil penelitian terhadap ekstrak kasar etanol kulit keras biji melinjo menunjukkan adanya aktivitas antioksidan dan penghambatan enzim XO yang siginifikan (p