Article Details

PROGRAM PEKERJAAN PERAWATAN SUMUR BERKELANJUTAN YANG SELAMAT DAN EFISIEN UNTUK EKSEKUSI YANG BERKUALITAS

Oleh   Ramadhan Prasetya Utama [29118255]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.Eng. Nur Budi Mulyono, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Magister Bisnis dan Administrasi - Teknologi
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek : General management
Kata Kunci : perawatan sumur, kegagalan premature, pompa bawah permukaan fluida
Sumber :
Staf Input/Edit : Yose Ali Rahman   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-27 16:59:59

Masalah kegagalan prematur pada pompa bawah permukaan fluida berdampak pada penundaan produksi minyak yang pada akhirnya mengakibatkan disrupsi pada penerimaan hasil penjualan minyak, terutam pada perusahaan minyak and gas yang hak konsesinya terbatas oleh perjanjian kontraktual. Pekerjaan perawatan sumur akan dilakukan untuk mengganti pompa dan mengembalikan sumur minyak berproduksi. Sangat penting untuk merencanakan pekerjaan perawatan sumur sehingga mendapatkan operasi yang efisien dan selamat, dengan tujuan akhir untuk memperpanjang umur pompa selama mungkin dan terhindar dari biaya pekerjaan Kembali. Pekerjaan perawatan sumur ini sendiri dianggap sebagai pekerjaan yang berisiko rendah namun sangat banyak dalam kuantitas sehingga sangat diperlukan untuk diatur sedemikian rupa dengan tetap mempertimbangkan efisiensi biaya. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan sumber permasalahan dari kegagalan pompa prematur beserta solusinya. Sebagai control, keselamatan kerja harus tetap terjaga pada saat pekerjaan perawatan sumur. Menggunakan metode DMAIC (Define Measure Anlayze Improve Control) permasalahan dipelajari dengan proses berpikir yang terstruktur, dimulai dari definisi permasalahan dan mengukur hasil proses bisnis aktual yang ada pada saat ini berdasarkan database resmi dari analisa tear down pompa. Penelitian dilanjutkan dengan menganalisa sumber permasalahan dari kegagalan premature dan beberapa alternatif perbaikan akan diajukan. Sumber permasalahan yang terjadi adalah interferensi solid; proses fabrikasi dan asembel; disrupsi daya; ketidakcocokan desain pompa; praktek dalam pemasangan. Solusi terbaik dari masing-masing sumber permasalahan dipilih berdasarkan parameter yang penting menurut para stakeholder dan kalkulasi total dari nilai suatu solusi dengan pertimbangan efektifitas, kemudahan penggunaan, dan batasan yang berhubungan dengan produksi. Solusi bisnis diimplementasikan dengan membagi fase menjadi pra-eksekusi, ekseskusi dan pascaeksekusi and penanggung jawab dari masing-masing tim akan dipilih. Solusi juga akan dibedakan berdasarkan solusi umum dan solusi spesifik untuk well tertentu untuk menjamin ketepat gunaan dari solusi. Proses bisnis yang baru akan direncanakan sebelum implementasi dilakukan, dan perbaikan yang kontinyu akan terus dilakukan setelah melakukan review terhadap hasil implementasi yang sudah dilakukan.