Article Details

BIODEGRADASI SENYAWA LIGNOSELULOSA PADA KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNII) OLEH ASPERGILLUS AWAMORI UNTUK MENINGKATKAN PEROLEHAN MINYAK KAYU MANIS MENGGUNAKAN METODE MASERASI

Oleh   Abednego Kurio Widianto [11216010]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Muhammad Yusuf Abduh, M.T.;Dr. Ir. Rika Alfianny, M.P.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SITH - Rekayasa Hayati
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : Aspergillus awamori, Biodegradasi, Lignoselulosa, Maserasi, Minyak kayu manis
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-26 17:33:39

Indonesia merupakan salah satu negara yang memproduksi minyak kayu manis dalam jumlah tinggi. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam ekstraksi minyak atsiri adalah kecilnya nilai perolehan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan waktu fermentasi optimal oleh Aspergillus awamori pada kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii) untuk mendapatkan perolehan minyak kayu manis maksimal dengan metode maserasi. Kulit kayu manis dibersihkan dari kulit luar dan disterilisasi menggunakan paparan sinar ultraviolet selama 30 menit. Inokulum Aspergillus awamori sebanyak 108 spora/g kayu manis ditambahkan pada kulit kayu manis dalam sistem fermentasi. Fermentasi dilakukan pada suhu ruang (25-30°C), intensitas cahaya rendah (~0 W/cm2), dan kelembaban tinggi (~99%). Waktu fermentasi divariasikan selama 0, 3, 6, dan 9 hari. Pengukuran kadar lignoselulosa dilakukan menggunakan metode Chesson-Datta. Kadar selulosa pada kulit kayu manis berkurang dari 15,37% menjadi 13,2% setelah fermentasi selama 3 hari; 12,67% setelah 6 hari; dan 12,37% setelah 9 hari. Kadar hemiselulosa pada kulit kayu manis berkurang dari 29,17% menjadi 26,43% dalam 3 hari; 18,38% dalam 6 hari; dan 16,55% dalam 9 hari. Kadar lignin berkurang dari 54,81 menjadi 48,04% setelah 3 hari; 40,76% setelah 6 hari; dan 39,95% setelah 9 hari. Perolehan minyak kayu manis dari metode maserasi pada hari inkubasi ke-0, 3, 6 dan 9 berturut-turut adalah 0,94%; 1,71%; 2,13%; dan 2,47% berat kering. Selain itu, kandungan minyak kayu manis juga berubah selama waktu fermentasi. Kandungan sinamaldehid dari minyak kayu manis pada metode maserasi sebesar 73,74% tanpa fermentasi; 68,75% setelah fermentasi selama 3 hari; 63,27% setelah 6 hari; dan 73,49% setelah 9 hari. Estimasi koefisien difusi menunjukkan nilai 1,42 x 10-12 m2/s.