Article Details

KAJIAN GOOD PRACTICE PENERAPAN VALUE ENGINEERING UNTUK INDONESIA

Oleh   Andrew Ng [15016017]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D.;Budi Hasiholan, S.T., M.Eng., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Teknik Sipil
Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Subjek :
Kata Kunci : VE, fungsi, LCC, good practice, faktor enabler, benchmarking
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-24 19:39:05

Generic placeholder image
ABSTRAK Andrew Ng

Terbatas
» ITB


Value engineering (VE) adalah metode sistematis yang melibatkan tim multi-disiplin yang berperan dalam mengidentifikasi dan mengeliminasi biaya yang tidak diperlukan pada pelaksanaan proyek. Metode VE sangat berperan dalam mencapai value for money (VfM) dan pengendalian biaya dalam lingkup life cycle cost (LCC) pada proyek karena memungkinkan dihasilkannya inovasi yang efisien dengan tetap mencapai fungsi yang diperlukan. Meskipun memiliki manfaat yang signifikan, VE belum diterapkan secara maksimal di Indonesia. Salah satu faktor penyebabnya adalah pengetahuan mengenai VE yang masih kurang oleh konsultan, kontraktor, owner swasta dan pemerintah. Oleh karena itu, perlu dilakukannya penelitian mengenai good practice dari metode VE berdasarkan praktik di negara lain yang dapat diterapkan di Indonesia untuk mencapai best value bagi owner. Penelitian ini dimulai dengan melakukan studi literatur untuk memperoleh good practice dan faktor enabler penerapan VE di US dan UK serta kondisi penerapan di Indonesia. Kemudian, dilakukan pengumpulan data primer melalui survei kepada praktisi dan wawancara pakar untuk memperoleh gambaran aktual kondisi penerapan VE di Indonesia. Setelah itu, dilakukan benchmarking dengan mengidentifikasi kesenjangan penerapan VE di Indonesia, baik good practice dan faktor enabler, terhadap US dan UK. Temuan kondisi penerapan VE dan permasalahan dari proses identifikasi kesenjangan kemudian dibahas dengan temuan dari hasil survei dan wawancara untuk mendapatkan usulan peningkatan dari setiap faktor enabler serta good practice yang dapat diterapkan. Dari penelitian ini, diketahui bahwa VE telah diterapkan pada sektor publik dan swasta di Indonesia, meskipun terdapat berbagai permasalahan dalam penerapannya. Permasalahan dalam penerapan VE di Indonesia secara umum adalah kurangnya pemahaman mengenai konsep dan manfaat VE oleh stakeholder serta kurangnya kapabilitas SDM. Hal ini terlihat dari terjadinya misinterpretasi penerapan VE sebagai metode cost reduction dengan tidak memperhatikan peningkatan value serta efisiensi secara life cycle. Khusus untuk sektor publik, selain permasalahan di atas, keterbatasan regulasi sebagai landasan hukum penerapan VE juga menjadi masalah. Untuk mengatasi permasalahan – permasalahan tersebut, diperlukan peningkatan pemahaman VE terlebih dahulu oleh berbagai stakeholder secara luas melalui upaya promosi, kemudian peningkatan kapabilitas SDM, peningkatan pada aspek landasan hukum VE, dan terakhir adalah penyusunan code of conduct VE berdasarkan standar Internasional sebagai acuan penerapan. Setelah aspek - aspek di atas telah terpenuhi, good practice yang dapat diusulkan adalah penerapan VE yang berdasarkan prinsip VE dari standar Internasional dan penyusunan program VE secara luas pada sektor publik.