Article Details

MENINGKATKAN KINERJA BISNIS MENGGUNAKAN PERENCANAAN KEUANGAN TERHADAP BISNIS MAKANAN DAN MINUMAN SEHAT: STUDI KASUS MORINGA CULINARY

Oleh   Salsabila [19217057]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Raden Aswin Rahadi, S.T., M.B.A.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SBM - Kewirausahaan
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek :
Kata Kunci : Bisnis Makanan dan Minuman, Makanan dan Minuman Sehat, Kondisi Keuangan, Perencanaan Keuangan, Meningkatkan Kinerja Bisnis
Sumber :
Staf Input/Edit : Taupik Abidin  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-24 11:07:42

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah salah satu sektor industri dengan pertumbuhan tercepat di ekonomi dunia. Keuangan adalah salah satu masalah kritis untuk pertumbuhan dan perkembangan UMKM. Untuk Usaha Mikro dan Kecil, hambatan finansial dan persaingan sebagian besar dipengaruhi oleh pertumbuhan mereka. Sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia, Kuliner Moringa menghadapi beberapa masalah di perusahaan. Salah satu masalah yang dihadapi perusahaan adalah buruknya kinerja keuangan. Dari enam bulan penjualan, Moringa Culinary mengalami penurunan laba bersih dari 2019 sampai 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tindakan terbaik yang dipilih untuk meningkatkan kinerja keuangan Kuliner Moringa. Untuk mencapai tujuan, penelitian ini menggunakan analisis laporan keuangan, rasio profitabilitas, lima kekuatan porter, diagram tulang ikan, perencanaan keuangan, dan penganggaran modal. Penggunaan laporan keuangan untuk menganalisis kondisi keuangan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan mengurangi margin laba bersih dari 2019 hingga 2020. Untuk menganalisis akar penyebab penurunan margin laba bersih, peneliti menggunakan diagram tulang ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan margin laba bersih dari 2019 hingga 2020. Faktor-faktor tersebut adalah kurangnya pengetahuan perusahaan di bidang keuangan, kurangnya manajemen keuangan, dan kurangnya perencanaan keuangan. Lima kekuatan porter digunakan untuk mengevaluasi industri makanan dan minuman di Indonesia. Hasil dari lima kekuatan porter menunjukkan bahwa ancaman masuk baru di industri minuman sehat dapat dianggap tinggi. Penganggaran moda; digunakan untuk mengetahui dana yang lebih terperinci dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan untuk jangka panjang. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa rekomendasi dapat diterapkan di kuliner Moringa untuk meningkatkan kinerja keuangan. Untuk penelitian lebih lanjut harus mencari solusi alternatif dari beberapa aspek lain dalam hal keuangan (sumber daya manusia, pemasaran, dan operasi). Hasil yang diperoleh dalam meningkatkan kinerja keuangan lebih umum tidak hanya dari perspektif keuangan