Article Details

INTERAKSI FARMAKOKINETIK DAN FARMAKODINAMIK EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L) DENGAN GLIKLAZID DAN METFORMIN PADA TIKUS MODEL DIABETIK

Oleh   Mirawati [30712009]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Sukmadjaja Asyarie;Dr. Lucy Dewi Nurhajati Sasongko, M.Si.; Dr. Neng Fisheri Kurniati
Jenis Koleksi : S3-Disertasi
Penerbit : Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : Interaksi farmakokinetik-farmakodinamik, ekstrak kulit buah manggis, antihiperglikemia
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 8 file
Tanggal Input : 2020-08-11 13:47:37

Saat ini penggunaan herbal sebagai obat pelengkap dan/atau alternatif semakin populer di seluruh dunia. Herbal sering diberikan dalam kombinasi dengan obat terapeutik yang berpotensi menyebabkan interaksi obat-herbal. Beberapa penelitian menunjukkan manfaat herbal sebagai pelengkap obat terapeutik, termasuk dalam pengobatan diabetes melitus (DM). Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme dengan prevalensi yang tinggi dan berdasakan laporan WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2015 diabetes adalah penyebab langsung kematian 1,6 juta orang didunia. Kulit buah manggis adalah salah satu herbal yang memiliki efek antihiperglikemia. Penggunaan ekstrak kulit buah manggis (EM) dalam pengobatan DM membutuhkan informasi mengenai efikasi, keamanan dan interaksi yang terjadi bila digunakan secara bersama-sama dengan obat antihiperglikemia oral. Interaksi yang mungkin terjadi adalah interaksi secara farmakokinetik maupun secara farmakodinamik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi farmakokinetik dan farmakodinamik antara EM dengan obat antihiperglikemia oral pada tikus DM dan mengetahui mekanisme interaksi yang terjadi. Alfa mangostin (AM) yang merupakan xanton yang paling melimpah dalam kulit buah manggis dan juga memiliki efek sebagai antihiperglikemia digunakan sebagai marker. Penelitian dilakukan terhadap tiga model hewan yaitu tikus normal, tikus DM induksi aloksan (DMIA) dan tikus DM resisten insulin (DMRI). Obat antihiperglikemia yang digunakan adalah gliklazid (GK) dari golongan sulfonilurea dan metformin (MFN) dari golongan biguanid. Interaksi farmakokinetik ditentukan berdasarkan perbandingan profil dan parameter farmakokinetik dari hewan coba yang diberikan tunggal dengan pemberian secara bersama-sama obat antihiperglikemia oral dengan EM. Sedangkan interaksi farmakodinamik ditentukan berdasarkan perbandingan persen penurunan konsentrasi glukosa darah dan kurva hubungan farmakokinetikfarmakodinamik. Profil dan parameter farmakokinetik ditentukan berdasarkan hasil analisis kadar gliklazid, metformin dan alfa mangostin dalam plasma dengan menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Kadar glukosa darah ditentukan dengan metode GOD-PAP. Profil farmakokinetik gliklazid mengikuti model oral dua kompartemen baik pada tikus normal maupun DMIA. Begitu juga pada pemberian tunggal maupun kombinasi dengan AM dan EM. Absorpsi dan distribusi dari gliklazid pada tikus normal dipengaruhi oleh AM dan EM tetapi tidak pada tikus DM. Nilai ?dan Ka menurun secara signifikan (p