Article Details

APA JENIS PRODUK KONSENTRAT KOPI YANG ANDA SUKA? STUDI PREFERENSI KONSUMEN DAN INTENSI PEMBELIAN TERHADAP KONSENTRAT KOPI MOSEY

Oleh   Livia Rosti Fahriani [19217073]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Fitri Aprilianty, S.Si., M.S.M.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SBM - Kewirausahaan
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek :
Kata Kunci : Konsentrat Kopi, Preferensi Konsumen, Kopi Mosey, Pengembangan Produk Baru, Niat Beli
Sumber :
Staf Input/Edit : Wiwik Istiyarini  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-07-31 18:56:47

Konsentrat kopi adalah salah satu produk kopi Indonesia yang menjadi fenomena. Dengan banyaknya perusahaan kopi Indonesia dan konsumen yang lebih beragam, para pelaku bisnis kopi perlu merespon dengan cepat kebutuhan pasar. Mosey Coffee, yang telah menjalankan perusahaan sejak November 2019, mengalami penjualan stagnan konsentrat kopi sembilan botol per minggu. Berdasarkan survei pelanggan Mosey Coffee sebelumnya, sebagian besar konsumen percaya karakteristik produk mereka dekat dengan pesaing lain dan tidak memuaskan preferensi & niat mereka untuk membeli. Selain itu, mereka tidak memiliki variasi produk untuk memenuhi preferensi pelanggan untuk menarik mereka untuk membeli. Kasus ini menggambarkan pentingnya dan urgensi dari Mosey Coffee untuk mengembangkan produk baru yang sesuai dengan preferensi dan niat beli pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu pengembangan produk Mosey Coffee dengan menentukan atribut produk konsentrat kopi mana yang disukai oleh konsumen Mosey Coffee. Analisis eksternal dan analisis internal digunakan untuk mengatasi masalah dalam penelitian ini. Faktor-faktor eksternal dianalisis menggunakan Five Forces Porter, Analisis PESTEL, Analisis Pesaing, dan Preferensi Pelanggan. Analisis eksternal menunjukkan kondisi eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan bisnis Mosey Coffee. Sedangkan analisis internal yang dilakukan melalui analisis perusahaan digunakan untuk menganalisis kondisi bisnis aktual. Ada 208 responden yang diwawancarai dan disurvei untuk pengumpulan data, sedangkan pengkodean, SEM PLS, dan analisis konjoin digunakan untuk menganalisis hasilnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara persepsi konsumen, sikap, dan niat beli berdasarkan hasil SEM PLS. Selanjutnya, melalui analisis konjoin, konsumen kopi lebih suka konsentrat kopi yang dikemas dalam 250 mililiter botol kaca datar dengan harga Rp45.000, dengan 80% Robusta dan 20% biji Arabika, karena kombinasi ini akan memberikan karakter rasa yang unik. Berbagai solusi diusulkan dan dianalisis, kemudian dihasilkan ke dalam rencana implementasi. Solusi yang disarankan adalah Mosey Coffee perlu mendapatkan pengetahuan mengenai bisnis kopi, menyelaraskan persepsi konsumen dan sikap konsentrat kopi dengan merek Mossey Coffee untuk menghasilkan niat beli, mengembangkan rencana alternatif pemasok, mengembangkan perjanjian pembelian, mengembangkan atribut produk baru yang sesuai dengan preferensi konsumen dan niat pembelian, dan menyoroti nilai berkelanjutannya sebagai keunggulan kompetitif perusahaan. Selain penelitian mengusulkan rencana pengembangan produk yang harus dilakukan Mosey Coffee untuk meningkatkan bisnis, penelitian ini juga memberikan wawasan untuk pertumbuhan UKM di industri kopi, terutama untuk perusahaan penghasil konsentrat kopi. Kata Kunci : Konsentrat Kopi, Preferensi Konsumen, Kopi Mosey, Pengembangan Produk Baru, Niat Beli