Article Details

ANALISIS POLA VARIASI REGANGAN PADA DEFORMASI DI SEKITAR KEPULAUAN MENTAWAI, SUMATERA BARAT, MENGGUNAKAN DATA GPS (GLOBAL POSITIONING SYSTEM) TAHUN 2010 - 2019

Oleh   Irfan Ibrahim [15116090]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc.;Dr. Irwan Gumilar, S.T., M.Si.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FITB - Teknik Geodesi dan Geomatika
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek :
Kata Kunci : gempa, subduksi, kecepatan, regangan.
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-06-30 22:25:10

Generic placeholder image
ABSTRAK Irfan Ibrahim

Terbatas
» ITB


Kepulauan Mentawai, yang berada di dekat zona subduksi memiliki risiko atas bencana gempa bumi. Pada zona tersebut, Lempeng Australia setiap waktu bergerak mendekati Lempeng Sunda menyebabkan adanya akumulasi energi. Akumulasi energi yang dikenal dengan seismic moment, terpusat pada zona kontak antar dua lempeng tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis regangan sebagai akibat dari deformasi akibat aktifitas zona subduksi di sekitar Kepulauan Mentawai. Teknologi GPS (Global Positioning System) dianggap sebagai teknologi yang mampu mendeskripsikan fenomena deformasi dengan baik karena akurasinya tinggi secara spasial ataupun temporal. Data deret waktu GPS merupakan data awal yang digunakan dalm penelitian ini, terdiri dari 16 titik stasiun Sumateran GPS Array (SuGAr) dan 8 titik stasiun GPS CORS Badan Informasi Geospasial (BIG) tahun 2010-2019. Data diberikan beberapa koreksi yaitu koreksi efek coseismic, koreksi outlier, dan koreksi block motion. Selanjutnya dilakukan proses perhitungan vektor kecepatan dengan memodelkan data deret waktu yang telah dikoreksi dengan sebuah persamaan garis linear. Hasil penelitian ini menunjukkan titik SLBU memiliki nilai vektor kecepatan terbesar dengan kecepatan rata-rata per tahun 87.5822 mm/y. Sementara nilai terkecil berasal dari stasiun PSKI dengan kecepatan rata-rata per tahun 6.5250 mm/y. Berdasarkan hasil visualisasi nilai vektor kecepatan tersebut ditemukan pola pergerakan titik secara umum mengarah ke timur laut. Berdasarkan data vektor kecepatan yang diperoleh kemudian dihitung komponen regangan yang terdiri dari ekstensi dan kompresi. Nilai ekstensi terbesar didapat dari jaring SLBU-SMGY-KTET sebesar 2.324852 mikrostrain. Sementara, nilai terkecil didapat dari jaring yang berada paling jauh dari zona subduksi yakni JMBI-LNNG-CMUK dengan nilai -0.001292 mikrostrain. Nilai kompresi, paling besar -1.4121 mikrostrain yang berasal dari jaring S1PO-PPNJ-KTET. Sementara nilai terkecil adalah -0.1144 mikrostrain TRTK-PPNJ-CSEL.