Article Details

PENGEMBANGAN MODEL PENJADWALAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ROUTING DAN PROSES PLAN ALTERNATIF UNTUK MEMINIMASI BIAYA PROSES PRODUKSI DAN BIAYA KETERLAMBATAN

Oleh   Sarmaini Fridawaty [23416062]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Ir. Rachmawati Wangsaputra, M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTI - Teknik dan Manajemen Industri
Fakultas : Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Subjek :
Kata Kunci : biaya produksi, alternatif perintah kerja, biaya keterlambatan
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-06-30 15:01:04

Untuk menghasilkan perencanaan dan pengendalian produksi yang efektif dan efisien salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membuat suatu pengaturan pengerjaan pesanan yang efisien dengan sistem penjadwalan yang baik. Penjadwalan didefinisikan sebagai pembuatan keputusan mengenai aktifitas yang harus dilakukan dan sumber daya yang diperlukan agar dapat menyelesaikan pekerjaan pada waktunya dan dengan kualitas yang diinginkan. Pengaturan pengerjaan sesuai dengan urutan perintah kerja (routing) yang tepat akan dapat menghasilkan produk sesuai dengan kualitas yang diharapkan dan jadwal dengan mempertimbangkan biaya yang ditimbulkan dari proses produksi yang dihubungkan dengan jadwal pengiriman produk sehingga dapat mengurangi biaya keterlambatan. Hasil evaluasi keterlambatan pengiriman pesanan kepada pelanggan disebabkan oleh keterlambatan penyelesaian pekerjaan diarea detail part, terutama diarea permesinan. Sehingga perusahaan harus membayar biaya keterlambatan yang diakibatkan keterlambatan penyelesaian produk. Karena proses pengerjaan hanya menggunakan urutan proses (perintah kerja) yang sudah ditentukan tanpa ada alternatif pilihan urutan proses (perintah kerja) untuk menyelesaikan produk yang akan dihasilkan, sehingga jadwal pengiriman produk dapat sesuai dengan permintaan konsumen Penelitian ini mengusulkan model penjadwalan dengan menggunakan alternatif urutan perintah kerja (routing) dan proses plan agar dapat memperoleh biaya produksi yang minimum dan juga memperhatikan jadwal pengiriman kepada konsumen, sehingga dapat mengurangi biaya keterlambatan, dan meningkatkan pendapatan perusahaan