Article Details

STABILISASI ISOLAT MUTAN BACILLUS SP.BACILLIUS SP. GALUR KG' DAN GALUR KG KG48 MELALUI STRATEGI ADAPTIVE LABORATORY EVOLUTION (ALE) UNTUK PRODUKSI BIOSURFAKTAN

Oleh   Nadira Rahmatunisa [10416023]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Dea Indriani Astuti, S.Si.;Dr.Eng. Kamarisima, S.Si., M.Si.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SITH - Mikrobiologi
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : ALE, Bacillus sp., biosurfaktan, emulsifikasi, produksi
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-06-30 12:12:25

Biosurfaktan banyak diaplikasikan di industri pengolahan minyak bumi karena dapat meningkatkan perolehan minyak bumi. Dibandingkan dengan surfaktan sintesis, biosurfaktan lebih ramah lingkungan dan memiliki aktifitas spesifik di lingkungan ekstrem, namun belum mampu bersaing secara ekonomi karena rendahnya kapasitas produksi biosurfaktan. Melalui Adaptation Laboratory Evolution (ALE), mikroorganisme penghasil biosurfaktan dapat direkayasa metabolismenya sehingga dapat memproduksi lebih banyak biosurfaktan. Salah satu senyawa yang digunakan sebagai mutagen dalam proses ini adalah CTAB. Dalam prosesnya, ALE membutuhkan waktu hingga diperoleh mutan yang stabil untuk dapat dikarakterisasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan stabilisasi isolat mutan Bacillus sp. galur KG7’ dan galur KG48 melalui strategi ALE serta melakukan evaluasi produksi dan aktivitas emulsifikasi dari biosurfaktan yang dihasilkan oleh mutan stabil. Kandidat isolat distabilkan dengan melakukan pendedahan bertahap pada medium LB agar yang diberi CTAB (a) 3,9 ppm dan (b) 4,5 ppm. Mutan dikatakan stabil apabila frekuensi mutan yang tumbuh pada medium tersebut >90%. Selanjutnya, dilakukan karakterisasi produksi isolat mutan terpilih pada medium SMSSe dengan waktu inkubasi 96 jam. Selama inkubasi, dilakukan pengambilan data jumlah mikroba, produksi biosurfaktan, dan indeks emulsifikasi (E24) setiap 12 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa isolat KG7’a stabil pada generasi ke-59 (93,11%), KG7’b pada generasi ke-234 (90,33%), sedangkan KG48 belum teramati stabil hingga generasi ke-204 (7,08%). Pengamatan morfologi sel menunjukan bahwa sel wild-type (WT) lebih panjang dibandingkan dengan KG7’ (P