Article Details

INVENTARISASI TUMBUHAN INVASIF DI GUNUNG TANGKUBAN PERAHU, JAWA BARAT

Oleh   Rizky Nur Endah Sari [10614045]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dian Rosleine, S.Si., M.Si., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SITH - Biologi
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : tumbuhan invasif, Gunung Tangkuban Perahu
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-06-30 11:49:23

Gunung Tangkuban Perahu merupakan kawasan konservasi yang terbagi menjadi cagar alam (CA) dan Taman Wisata Alam (TWA). Sebagai salah satu kawasan wisata alam, beberapa jalur dibuka untuk akses menuju kawah, pendakian, dan jalur sepeda gunung, namun aktivitas ini merupakan salah satu cara yang dapat menyebarkan spesies invasif. Penelitian ini dilakukan untuk menginventarisasi tumbuhan invasif di beberapa jalur wisata alam Gunung Tangkuban Perahu. Tiga lokasi dipilih berdasarkan intensitas aktivitas pengunjung, yaitu jalur pendakian menuju Menara Petir ITB yang jarang dikunjungi (Lokasi 1); jalur Kawah Domas (Lokasi 2); dan jalur sepeda Jayagiri (Lokasi 3). Plot kudrat berukuran 5 x 5 m2 diletakkan secara sistematis (jarak antar plot 15 m) pada kanan dan kiri jalur sepanjang 100 m di ketiga lokasi. Selama pengamatan, nama jenis tumbuhan dicatat, kemudian dihitung jumlah individu, persentase penutupan dalam plot, dan frekuensi perjumpaan. Data tersebut kemudian dianalisis untuk menghitung indeks nilai penting (INP). Informasi mengenai jenis-jenis tumbuhan invasif diperoleh dari database tumbuhan invasif yang dikeluarkan oleh SEAMEO BIOTROP (2003 dan 2016). Sebanyak 56 spesies tumbuhan (34 famili) ditemukan di ketiga lokasi penelitian. Lokasi 1 didominasi oleh Ficus ribes (INP= 57,85%) dan Schefflera aromatica (INP= 53,18%); Lokasi 2 oleh Syzygium sp. (INP= 210,83%) dan pohon Sp2 (INP= 46,14%); dan Lokasi 3 oleh Pinus merkusii (INP= 96,84%) dan Calliandra calothyrsus (INP= 66,55%). Sebanyak 13 spesies tumbuhan invasif ditemukan seperti Ageratina riparia, Ageratum conyzoides, Austroeupatorium inulifolium, Belamcanda chinensis, Brugmansia suaveolens, C. calothyrsus, Clidemia hirta, Commelina diffusa, Isachne globosa, Drymaria cordata, Elusine indica, Melastoma malabathricum, dan Spilanthes paniculata. Tumbuhan A. inulifolium, A. riparia dan A. conyzoides (famili Asteraceae) merupakan spesies invasif yang dominan di kawasan ini karena ditemukan luas di ketiga lokasi penelitian. Tumbuhan ini memiliki karakteristik biji yang ringan dan banyak sehingga dapat dengan mudah disebarkan oleh angin. Jalur Kawah Domas merupakan jalur yang memiliki spesies invasif terendah (8,3%), dibandingkan dengan Menara Petir (18,6%) dan jalur sepeda Jayagiri (50%). Sebagai jalur aktif yang digunakan pengunjung menuju Kawah Domas, pembersihan jalur dilakukan secara intensif sehingga mengurangi tumbuhan invasif. Namun, jalur menuju Menara Petir dan jalur sepeda tidak dibersihkan secara intensif sehingga keranekaragaman spesies invasifnya lebih tinggi. Aktivitas manusia di jalur sepeda (Lokasi 3) dapat mengubah kondisi lingkungan yang mendukung kolonisasi tumbuhan invasif. Keberadaan jenis-jenis tumbuhan invasif ini perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kenanekaragaman spesies lokal yang ada di Kawasan Gunung Tangkuban Perahu.