Article Details

ANALISIS KARAKTERISTIK STRUKTUR MIKRO HUJAN SAAT PERIODE MADDEN JULIAN OSCILLATION (MJO) DENGAN MICRO RAIN RADAR (MRR) DAN DISDROMETER DI TANGERANG SELATAN

Oleh   Dede Nurheliza [12816024]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Nurjanna Joko Trilaksono, S.Si., M.Si.;Dr. Findy Renggono;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FITB - Meteorologi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek :
Kata Kunci : Micro Rain Radar, Disdrometer, Struktur Mikro, Mikrofisika, MJO
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-06-30 11:02:02

Struktur mikro hujan merupakan aspek penting dalam memahami dinamika dan mikrofisika awan. Struktur mikro hujan dicirikan oleh distribusi ukuran, bentuk dan kecepatan jatuh dari butiran hujan. Distribusi ukuran butiran hujan (DSD) dapat menjelaskan proses mikrofisika lebih detail karena merepresentasikan proses hujan sampai ke permukaan. Salah satu fenomena yang berpengaruh pada pola hujan di Indonesia adalah Madden Julian Oscillation (MJO). Untuk itu, pengamatan struktur mikro hujan saat MJO dapat mengetahui perbedaan karakteristik hujan dan proses mikrofisika selama periode MJO aktif dan tidak aktif. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu Micro Rain Radar (MRR), disdrometer dan indeks Real-Time Multivariate (RMM). Pemilihan tanggal kejadian MJO aktif dilakukan dengan metode indeks RMM yang lebih dari 1 pada fase 4 dan 5 dan sebaliknya untuk MJO tidak aktif. Tipe hujan dibagi menjadi hujan konvektif dan stratiform dengan metode pemisahannya berdasarkan data disdrometer. Struktur mikro hujan berfokus pada DSD dari data MRR dan disdrometer yang dianalisis dengan parameter lainnya yaitu profil Liquid Water Content (LWC), kecepatan jatuh, reflektivitas dan rain rate yang didapatkan dari MRR. Selain itu, terdapat parameter DSD yaitu mass-weighted diameter atau diameter tengah rata-rata (Dm) dan parameter intercept atau konsentrasi total (Nw) yang dihitung dengan menggunakan metode momen dan distribusi gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DSD dan parameter lainnya lebih besar saat MJO tidak aktif. Hal ini menunjukkan bahwa proses tumbukan-tangkapan, evaporasi dan updraft lebih dominan saat MJO tidak aktif.