Article Details

DAMPAK BEROLAHRAGA DI LINGKUNGAN YANG TERCEMAR POLUSI UDARA (PM2.5) TERHADAP VO2MAX, KAPASITAS VITAL PARU, DAN JUMLAH SEL DARAH

Oleh   Imam safei [21718002]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Samsul Bahri, M.Kes.;Haryo Satriyo Tomo, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SF - Keolahragaan
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : aktivitas fisik, polusi udara, VO2max, kapasitas vital paru, jumlah sel darah
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-06-30 09:34:55

Latar Belakang: Manfaat dan resiko berolahraga di lingkungan yang terpapar oleh polusi udara harus dibandingkan untuk melihat seberapa besar pengaruh lingkungan yang terpapar oleh polusi udara terhadap kesehatan. Tujuan peneliti ini untuk mengkaji tentang efek dari berolahraga di lingkungan yang tercemar polusi udara (PM2.5) terhadap VO2max, kapasitas vital paru, dan jumlah sel darah. Metode: Dua tempat dengan iklim yang sama (Suhu dan Kelembaban), tetapi dengan jumlah polutan udara yang berbeda, dipilih di Stadion UPI Bandung (Lower Air Pollution) dan SARAGA ITB ITB (Higher Air Pollution). Subjek terdiri dari 15 mahasiswa Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) UPI Bandung yang ikut berpartisipasi dalam penelitian ini. Seluruh peserta melakukan uji coba berupa tes VO2max, kapasitas vital paru, dan jumlah sel darah untuk dibandingkan antara kedua tempat. Hasil: Temuan dalam studi ini menunjukkan adanya penurunan yang signifikan dalam Hemoglobin (Hb) dan Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH) di udara yang berpolusi lebih tinggi (p = 0.022 Hb, p = 0.033 MCH). Peningkatan dalam kinerja aerobik (VO2max) selama PM2.5 yang lebih rendah sebesar 1.25% dibandingkan dengan kondisi PM2.5 yang lebih tinggi sebesar 1.13% namun tidak signifikan (p = 0.159 lower air polution, p = 0.310 higher air pollution). Peningkatan yang signifikan terjadi dalam rata-rata leukosit dan trombosit sebesar (14.69% p = 0.044 leukosit, 3.38% p = 0.050 trombosit) dan ini terjadi pada kondisi polusi udara yang lebih tinggi. Paparan PM2.5 yang rendah maupun yang tinggi selama subjek tidak latihan dapat menyebabkan penurunan kapasitas vital paru (-9.89% FVC, -5.79% FEV1, lower air pollution) vs (-12.64% FVC, -11.03% FEV1, higher air pollution). Kesimpulan: Efek sesaat pada polusi udara terhadap daya tahan aerobic dapat menghambat peningkatan VO2max dan dapat mengurangi Hb dan MCH. Sementara itu, terdapat penurunan FVC dan FEV1 seluruh atlet ketika melakukan kegiatan aktivitas fisik baik di polusi udara yang lebih tinggi maupun pada polusi udara yang lebih rendah. Meskipun secara kuantitatif penelitian ini menjelaskan bahwa, efek latihan yang dilakukan secara rutin dapat menekan signifikansi penurunan FVC dan FEV1 tersebut.