Article Details

OPTIMASI PUSAT PENGOLAHAN SAMPAH SASANA BUDAYA GANESHA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Oleh   I Putu Anan Wiyandha Putra [15315059]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Emenda Sembiring, S.T., M.T., M.Eng.Sc., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Teknik Lingkungan
Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Subjek : Sanitary & municipal engineering
Kata Kunci : Aerated Static Pile, Kampus ITB Ganesha, MRF, Optimasi, Pusat Pengolahan Sampah, Sabuga
Sumber : TA Juli 2020
Staf Input/Edit : Garnida Hikmah Kusumawardana   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-06-30 07:27:25

Pusat Pengolahan Sampah Sasana Budaya Ganesha (PPS Sabuga) adalah tempat yang menampung dan mengolah sampah dari Kampus ITB Ganesha Bandung. Dalam Tugas Akhir ini, sampah yang dibahas adalah sampah sejenis sampah rumah tangga yang di dalamnya tidak termasuk limbah B3. Pada tahun 2006 sampai tahun 2012, di dalam PPS Sabuga terdapat insinerator yang digunakan untuk membakar sampah residu. Setelah tahun 2012, akibat tidak dilakukan perawatan secara berkelanjutan terjadi korosi dan kerusakan pada beberapa komponen insinerator dan hingga sekarang insinerator tidak lagi beroperasi. Berdasarkan Undang - Undang No 18 Tahun 2008 serta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 bahwa perlu dilakukan upaya pengurangan dan penanganan sampah untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Pada Peraturan Bupati Bandung tentang Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) mengharuskan Institusi untuk melakukan upaya pengolahan sampah dan tidak hanya bergantung pada PD Kebersihan Bandung. Timbulan sampah yang diterima oleh PPS Sabuga per harinya adalah sebesar 1,6 ton. Dalam tugas akhir ini akan dilakukan optimasi sistem yang sudah ada di Pusat Pengolahan Sampah Sabuga tanpa melakukan penambahan teknologi yang berbeda. Dalam upaya tersebut maka dilakukan pengukuran timbulan dan uji karakteristik sampah Kampus ITB Ganesha serta kondisi eksisting pengelolaan sampah yang dilakukan dan aspek-aspek terkait lainnya. Berdasarkan komposisi sampah yang didominasi oleh sampah daun sebesar 27% dari total timbulan, maka teknologi pengomposan digunakan untuk mengolah sampah yang dapat terurai. Dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting maka teknologi pengomposan terpilih adalah Aerated Static Pile dan Teknologi MRF skala kecil dipilih untuk memilah sampah yang masih memiliki nilai ekonomis. Kriteria yang dipertimbangkan dalam pembobotan adalah sosial, ekonomi, lingkungan dan teknis. Dengan optimasi ini, PPS Sabuga dapat mengurangi pengangkutan sampah residu ke TPA Sarimukti dari yang semula sebanyak 22 menjadi 2 kali pengangkutan per bulannya