Article Details

SIMULASI DAN ANALISIS PRESTASI TERBANG DHC-6-300 TWIN OTTER FLOATPLANE PADA FASA TAKEOFF DAN LANDING DENGAN MENGGUNAKAN X-PLANE

Oleh   Fahruddin Ar-Rozi [13615034]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Ir. Toto Indriyanto, M.Sc., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FTMD - Teknik Dirgantara
Fakultas : Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)
Subjek :
Kata Kunci : simulasi, prestasi terbang, takeoff, landing, DHC-6-300 Twin Otter, X-Plane
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-06-29 21:57:34

Amphibious aircraft (termasuk salah satunya floatplane) memiliki peran yang penting dalam industri pesawat terbang. Fungsi pesawat ini antara lain untuk transportasi penumpang, transportasi payload dalam jarak dekat serta meningkatkan konektifitas pada pulau yang sama sekali tidak memiliki landasan pacu di tanah. Indonesia dengan status negara kepulauan terbesar memilki kesulitan untuk menghubungkan pulau-pulau terpencil. Sebagian besar pesawat udara konvensional yang ada tidak dapat takeoff dan landing pada landasan pacu yang pendek (lebih kurang 600 m) dan beraneka ragam jenis seperti tanah, kerikil ataupun padang rumput. Untuk itu dibutuhkan pesawat kecil yang mampu takeoff dan landing di atas permukaan air yang tenang. Takeoff adalah suatu manuver terbang dimana pesawat udara dipercepat dari kondisi diam pada suatu landasan, sampai dengan suatu kecepatan menanjak tertentu. Landing adalah suatu maneuver terbang dimana pesawat dikemudikan dari kondisi approach pada tinggi terbang tertentu sampai kondisi diam di atas landasan. X-Plane adalah simulator penerbangan cukup komprehensif dan kuat untuk komputer pribadi, memiliki model penerbangan yang realistis serta sebagai engineering tools untuk analisis karakteristik terbang suatu pesawat terbang. Penelitian kali ini melakukan simulasi takeoff dan landing di atas air dengan menggunakan model pesawat DHC-6-300 Twin Otter Floatplane pada X-Plane. Simulasi dilakukan dengan mengatur variasi weight dan center of gravity. Variasi weight dilakukan 4 kali dengan CG konstan, sedangkan CG dilakukan 5 kali dengan weight konstan. Data prestasi terbang simulasi pada dua fasa tersebut akan dianalisis dan dibandingkan dengan data referensi/spesifikasi pada flight manual dan/atau requirement pada regulasi SFAR23.