Article Details

PALEOCURRENT: IDENTIFIKASI KEKUATAN ARUS BERDASARKAN BESAR BUTIR SEDIMEN DI PERAIRAN ARU SEJAK EARLY-HOLOCENE

Oleh   Mohammad Firmansyahriar Nara A [12915011]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.rer.nat. Rima Rachmayani, S.Si., M.Si.;Dr. Rina Zuraida, ST., M.Sc.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FITB - Oseanografi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek :
Kata Kunci : Paleocurrent, besar butir, sortable silt, Perairan Aru, ENSO, Monsoon, Holocene, proxy.
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-06-29 19:45:18

Besar butir sedimen telah banyak digunakan sebagai proxy untuk menentukan kekuatan arus laut maupun aliran sungai. Hal ini karena besar sedimen merepresentasikan kondisi dari lingkungan di sekitar lokasi pengendapan sedimen. Fluktuasi yang terjadi pada besar butir sedimen khususnya pada butir berukuran 10 – 63 ?m (sortable silt) dipengaruhi salah satunya oleh perubahan kecepatan arus. Perubahan ini terjadi karena adanya variabilitas pada tenaga pembangkitnya salah satunya angin. Kondisi angin sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim dan cuaca pada saat itu, salah satunya adalah akibat adanya fenomena El Niño Southern Oscillation (ENSO) dan monsoon. Terlebih lagi di Indonesia, khususnya perairan Aru terletak di pusat Indo-Pacific Warm Pool (IPWP) yang merupakan sumber perairan air hangat terbesar di Bumi. Penelitian ini melakukan estimasi kecepatan arus berdasarkan besar butir sedimen dari sediment core GM III-2015-Aru Tenggara-07 yang diambil dari Perairan Aru (134o00’33.6” BT, 5o55’51.59” LS) selama 9000 tahun terakhir. Pengukuran besar butir dilakukan dengan Laser Particle Analyzer jenis Malvern Mastersizer 3000 pada 10 sampel dengan ketebalan 1 cm dan 16 sampel dengan ketebalan 2 cm. Studi ini juga melakukan perbandingan antara fluktuasi kecepatan arus dengan presipitasi yang disebabkan oleh monsoon dan ENSO untuk mengidentifikasi penyebab dari perubahan kekuatan arus tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena iklim seperti monsoon dan ENSO sangat berpengaruh besar terhadap perubahan kekuatan dari arus laut. Arus laut cenderung menguat (melemah) ketika terjadi La Niña (El Niño), sedangkan secara musiman tidak terlalu berpengaruh signifikan kecuali terjadinya penguatan pada boreal winter monsoon. Hasil tersebut diperkuat dengan analisis data simulasi spasial menggunakan data arus reanalysis dari HYCOM di setiap musim dan tahun terjadinya ENSO. Secara umum arus mengalami penurunan kekuatan, namun selama 9000 – 5000 cal yr BP trend kecepatan arus menurun dengan fluktuasi yang besar; 5000 – 3500 cal yr BP kecepatan arus sedikit meningkat; 3500 cal yr BP hingga saat ini, trend kecepatan arus menurun dengan fluktuasi yang besar. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan insolasi yang mempengaruhi aktivitas monsoon dan ENSO dan berdampak pada perubahan kecepatan arus selama 9000 tahun