Article Details

PEMANFAATAN WASTE PICKLE LIQUOR MENGGUNAKAN ELEKTROLISIS UNTUK MENGHASILKAN KOAGULAN FECL3

Oleh   Agung Adhi Nugroho [13015101]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Tri Partono Adhi;Anggit Raksajati, S.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FTI - Teknik Kimia
Fakultas : Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Subjek : Engineering & allied operations
Kata Kunci : elektrolisis, ferri klorida, ferro klorida, waste pickle liquor.
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 7 file
Tanggal Input : 2020-04-06 16:38:23

Generic placeholder image
BAB 2 Agung Adhi Nugroho

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 3 Agung Adhi Nugroho

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 4 Agung Adhi Nugroho

Terbatas
» ITB


Proses pickling merupakan perendaman lembaran baja pada asam kuat untuk melarutkan karat dan pengotor lainnya sehingga didapatkan permukaan yang mengkilap. Proses pickling baja dilakukan untuk membersihkan baja hitam dari karat yang terbentuk akibat proses panas dan mempersiapkan baja lembaran tersebut untuk proses pembuatan baja putih. Limbah sisa pickling atau waste pickle liquor yang terbentuk mengandung ion Fe2+ dan asam kuat yang akan menimbulkan masalah lingkungan bila tidak dikelola dengan baik. Ada beberapa alternatif yang diambil untuk mengolah limbah waste pickle liquor yang telah dikembangkan dan digunakan oleh perusahaan di industri besi dan baja, antara lain pirometalurgi, kristalisasi, pemisahan dengan membran dan ekstraksi cair. Metode pengolahan tersebut berfokus terhadap regenerasi asam pekat dari pengotornya sehingga dapat digunakan kembali. Elektrolisis waste pickle liquor memiliki keistimewaan yaitu mengolah limbah dan memanfaatkan pengotor logam besi menjadi produk koagulan yang bermanfaat di saat bersamaan akibat terjadinya oksidasi ferro klorida oleh gas klorin selama proses elektrolisis. Teknologi ini telah dipatenkan namun belum dimanfaatkan luas. Penelitian ini bertujuan menentukan profil kinetika oksidasi ion Fe2+ menjadi koagulan FeCl3 serta kondisi optimum proses elektrolisis WPL. Dasar dan konfigurasi yang digunakan dalam percobaan ini mengadaptasi variasi terbaik dari studi pendahuluan Adhi,dkk tahun 2017. Elektrolisis dilakukan pada kondisi ambien dengan variasi tegangan 3-6 volt, waktu elektrolisis 120 menit dan penambahan NaCl atau HCl berlebih hingga 50%. Hasil penelitian menunjukkan logam pengotor dalam WPL dan excess klorin tidak berpengaruh secara signifikan terhadap konversi FeCl2. Tegangan optimum untuk melakukan elektrolisis WPL adalah 6V dengan waktu kesetimbangan 90 menit.