Article Details

PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH PADAT RESIDU DISTILASI DAUN KAYU PUTIH DENGAN PERLAKUAN AWAL UMPAN DAUN SEGAR OLEH TRICHODERMA VIRIDE SEBAGAI SUBSTRAT PERTUMBUHAN BLACK SOLDIER FLY LARVAE (HERMETIA ILLUCENS)

Oleh   Nurul Putri Arliana [11214005]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Robert Manurung, M.Eng.;Dr. Ana Widiana;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SITH - Rekayasa Hayati
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : black soldier fly larvae, limbah padat residu distilasi daun kayu putih, lemak kasar, protein kasar, Trichoderma viride
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 7 file
Tanggal Input : 2020-04-06 14:43:08

Generic placeholder image
BAB 2 Nurul Putri Arliana

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 3 Nurul Putri Arliana

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 4 Nurul Putri Arliana

Terbatas
» ITB


Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menentukan komposisi optimal penambahan limbah padat residu distilasi daun kayu putih yang diperoleh dari umpan daun segar dengan pemberian pretreatment oleh jamur T. viride atau tanpa perlakuan yang paling sesuai untuk dimanfaatkan sebagai pakan (substrat) Black Soldier Fly Larvae (Hermetia illucens). Rasio perbandingan limbah padat residu distilasi daun kayu putih dengan limbah sisa makanan sebagai substrat Black Soldier Fly Larvae sebesar 10:90, 20:80 dan 30:70. Terdapat dua jenis limbah LPRD yang digunakan dalam penelitian ini. LPRD kayu putih dari umpan daun segar tanpa perlakuan dan LPRD kayu putih dari umpan daun segar yang melalui tahap pretreatment oleh Trichoderma viride. Parameter yang menjadi fokus dalam penelitian ini meliputi penambahan biomassa BSFL, kandungan lemak kasar, protein kasar, waste reduction index (WRI) dan neraca massa proses. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan berat biomassa BSFL yang paling tinggi diperoleh dari substrat dengan penambahan LPRD kayu putih dari umpan segar dengan pretreatment oleh T. viride sebesar 20% pada limbah sisa makanan. Kandungan lemak kasar dan protein kasar pada BSFL dengan perlakuan ini sebesar 29,77% dan 31,58%. Perlakuan ini juga menghasilkan nilai WRI yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain yaitu sebesar 4,24%. Dari umpan masuk yang diberikan, pada perlakuan ini sebanyak 4,52% diubah menjadi biomassa, 36,4% digunakan sebagai sumber metabolisme dan 57,60% menjadi residu.

Cari