Article Details

STUDI PENDAHULUAN FAKTOR PENYEBAB KELAINAN OROFACIAL CLEFT PADA MENCIT SWISS-WEBSTER

Oleh   Mutiah Nurul Jihadah [10614055]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ayda Trisnawaty Yusuf, MS;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SITH - Biologi
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek : Life sciences ; biology
Kata Kunci : ARHGAP29, interaksi gen-lingkungan, nikotin, orofacial cleft, palatum
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 7 file
Tanggal Input : 2020-04-05 12:41:16

Generic placeholder image
BAB 1 Mutiah Nurul Jihadah

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 2 Mutiah Nurul Jihadah

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 3 Mutiah Nurul Jihadah

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 4 Mutiah Nurul Jihadah

Terbatas
» ITB


Etiologi malformasi kongenital seperti insiden Orofacial Cleft (OC), melibatkan kombinasi faktor endogen dan faktor lingkungan. Dalam insiden OC, salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh adalah nikotin, senyawa teratogen utama dalam rokok. Nikotin dapat mengganggu perkembangan orofasial dengan berinteraksi dengan berbagai faktor endogen, diantaranya gen ARHGAP29 yang mengatur perkembangan palatum. Akan tetapi, interaksi antara faktor lingkungan dengan tiap faktor endogen belum diketahui sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonfirmasi kemungkinan interaksi nikotin dengan faktor endogen pada periode kritis insiden OC. Untuk menentukan periode kritis insiden OC, tiga kelompok mencit Swiss-Webster didedahkan nikotin dosis 1,67 mg/gBB secara injeksi intraperitoneal pada tiga periode. Perlakuan I mewakili periode pembentukan bakal wajah (E5-7); perlakuan II, fase penyusunan orofasial (E9-12); dan perlakuan 3, periode pembentukan palatum (E12-14). Jaringan palatum embrio E-18 diisolasi dan signifikansi pengaruh nikotin diuji dengan ANOVA dan Post-HocTukey Test. Untuk memastikan kemungkinan interaksi nikotin dengan gen, dilakukan multiple alignment sekuens DNA ARHGAP29 ekson 12 palatum sampel periode kritis OC. Sebanyak 1,93% dari 21 embrio perlakuan I, 10,4% dari 26 embrio perlakuan II, dan 21,2% dari 43 embrio perlakuan III mengalami OC. Statistik menunjukkan bahwa nikotin menyebabkan OC secara signifikan (p=0,002) dan periode kritis OC adalah periode penyusunan palatum. Multiple alignment menunjukkan delesi, adisi, dan substitusi basa DNA. Nikotin menyebabkan vasokonstriksi plasenta sehingga terjadi hipoksia dan penurunan kadar folat yang berperan dalam sintesis dan perbaikan DNA. Resiko kerusakan gen ARHGAP29 meningkat dan turut meningkatkan resiko OC akibat kegagalan elevasi dan penyatuan lempeng palatum. Disimpulkan bahwa nikotin terkonfirmasi dapat berinteraksi dengan gen pada periode kritis insiden OC.