Article Details

GEOLOGI DAN ANALISIS STRUKTUR DAERAH LHOK KEUTAPANG DAN SEKITARNYA, KECAMATAN TANGSE, KABUPATEN PIDIE, PROVINSI ACEH

Oleh   Muhammad Rivaldi Prabowo [12014046]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Chalid Idham Abdullah;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FITB - Teknik Geologi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek : Engineering & allied operations
Kata Kunci : Lhok Keutapang, pengendapan, struktur geologi, simple shear.
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 16 file
Tanggal Input : 2020-04-04 21:26:46

Generic placeholder image
BAB 2 Muhammad Rivaldi Prabowo

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 3B Muhammad Rivaldi Prabowo

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 3D Muhammad Rivaldi Prabowo

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 3E Muhammad Rivaldi Prabowo

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 3F Muhammad Rivaldi Prabowo

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 3H Muhammad Rivaldi Prabowo

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 3I Muhammad Rivaldi Prabowo

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 4 Muhammad Rivaldi Prabowo

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 5 Muhammad Rivaldi Prabowo

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 6 Muhammad Rivaldi Prabowo

Terbatas
» ITB


Secara administratif, daerah penelitian terletak di Lhok Keutapang dan sekitarnya, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Secara geografis daerah penelitian ini berada pada 577000 mU?569000 mU dan 815000 mT–823000 mT (UTM WGS 1984 Zona 46 N) dengan luas daerah penelitian 64 km2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tatanan geologi daerah secara lebih detail dan lokal. Daerah penelitian dapat dibagi menjadi lima satuan geomorfologi yaitu Satuan Perbukitan Lipatan, Satuan Vulkanik Bukit Jareng-Tangse, Satuan Perbukitan Malihan, Satuan Perbukitan Vulkanik Bukit Asan, dan Satuan Dataran Aluvial. Daerah penelitian umumnya memiliki pola aliran sungai trellis dan paralel dengan tahapan geomorfik dewasa. Satuan batuan tertua di daerah penelitian adalah Satuan Batusabak dan Satuan Basalt. Batuan asal Satuan Batusabak terbentuk pada suatu intervening marginal basin pada Jura Akhir?Kapur Tengah yang berdekatan dengan Busur Kepulauan Woyla dan mengalami proses metamorfisme pada Kapur Akhir. Satuan Basalt terbentuk dari aktivitas vulkanisme Busur Kepulauan Woyla pada Jura Akhir? Kapur Tengah. Pada Oligosen Awal terbentuk Cekungan Aceh Baratlaut yang menjadi cekungan sedimentasi pada daerah penelitian. Pada Miosen Awal?Miosen Tengah terendapkan Satuan Batugamping di lingkungan neritik dalam?neritik tengah. Pada Miosen Tengah?Awal Miosen Akhir terendapkan Satuan Batulanau- Batulempung secara selaras di atas Satuan Batugamping pada lingkungan transisi. Pada Miosen Akhir?Pliosen Awal terjadi pengangkatan Pegunungan Barisan yang menyebabkan terbentuknya graben lokal. Pada graben tersebut, terendapkan Satuan Konglomerat-Batupasir di lingkungan kipas aluvial dan Satuan Batupasir di lingkungan sungai teranyam secara selaras di atas Satuan Batulanau-Batulempung, serta hubungan stratigrafi antara kedua satuan tersebut adalah menjari. Pada Pliosen Akhir?Pleistosen terjadi proses deformasi akibat pergerakan Sesar Menganan Sumatra yang mengapit daerah penelitian. Proses deformasi tersebut mengakibatkan terbentuknya struktur-struktur lipatan, sesar mendatar, sesar naik, sesar normal, serta reaktivasi graben lokal. Struktur geologi tersebut mengikuti pola struktur basic wrench tectonic dan dapat dijelaskan oleh model deformasi simple shear. Pada Holosen?Resen proses geologi yang terjadi berupa proses erosi, sedimentasi serta pengendapan dari Endapan Aluvial.