Article Details

MODEL EFEK PENDINGIN SUHU RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK STUDI KASUS DKI JAKARTA

Oleh   Aude Ilman Rasjiddin [25418035]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Denny Zulkaidi, MUP;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SAPPK - Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek :
Kata Kunci : Suhu, Perkotaan, Model, Suhu Udara, Kenyamanan Suhu, Ruang Terbuka Hijau, Efek Pendingin, Intensitas, Jangkauan,
Sumber :
Staf Input/Edit : Yoninur Almira  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-03-17 17:12:02

Penelitian ini membuktikan bahwa ruang terbuka hijau dapat menurunkan suhu di wilayah sekitarnya dengan jangkauan tertentu. Penyusunan model efek pendingin dilatar belakangi oleh persoalan suhu yang tinggi dapat mempegaruhi berbagai aspek kehidupan manusia (Wiryawan 1992, Klemm 2014, Tawatstupa dkk. 2010, Akbari dkk. 2001, dan Mohajerani dkk. 2017). Bowler (2010) telah menyimpulkan bahwa RTH efektif dalam menurunkan suhu di sekitarnya. DKI Jakarta merupakan wilayah perkotaan yang memiliki suhu yang cenderung lebih tinggi daripada wilayah sekitarnya karena mekanisme urban heat island. Pedoman tentang ruang terbuka hijau yang berlaku belum menjelaskan pengaturan iklim mikro atau penurunan suhu secara detail. Disisi lain belum ada penelitian tentang efek pendingin di DKI Jakarta. Demikian maka hal yang perlu dilakukan adalah merumuskan model yang aktual untuk menurunkan suhu perkotaan berdasarkan karakteristik ruang terbuka hijau. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel terikat, yaitu suhu udara, kenyamanan suhu, jangkauan efek pendingin, serta luas RTH, koefisien daerah hijau dan proporsi tutupan pohon sebagai variabel bebas. Intensitas efek pendingin dilihat dalam dua dimensi, intensitas suhu udara dan kenyamanan suhu. Pada perumusan konsep makro, variabel bebas yang terkait dengan besaran vegetasi dikatakan mempengaruhi intensitas dan jangkauan efek pendingin (Aram dkk. 2019). Faktor pembentuk suhu selain karakteristik RTH dalam penelitian ini dianggap tetap atau given. Sebagian besar analisis menggunakan sistem informasi geografis dan penginderaan jauh dengan data Landsat OLI/8. Suhu udara dan kenyamanan suhu didapat dengan survey lapang menggunakan Kestrel 5000. Uji model dilakukan dengan regresi berganda. Jangkauan efek pendingin dari seluruh sampel berkisar antara 0,0094 Ha pada RTH seluas 0,109 Ha sampai dengan 85,048 Ha pada RTH seluas 64,867 Ha. Model jangkauan efek pendingin yang dihasilkan adalah D = 15,205 + 1,032 L. Dari model tersebut dapat dikatakan bahwa besaran vegetasi yang mempengaruhi luas jangkauan efek pendingin adalah luas ruang terbuka hijau. Rata-rata intensitas efekii pendingin paling besar didapatkan pada RTH sampel Monas dengan angka ????????? 20C dan ????????????? 3,9oC. Rata-rata ????????? dari keempat sampel adalah 1,4oC dan ????????????? sebesar 3,1oC. Model intensitas efek pendingin yang dihasilkan adalah ????????? = 2,169 ???????????? ? 0,5. Artinya besaran vegetasi yang mempengaruhi intensitas efek pendingin adalah koefisien daerah hijau. Penelitian ini menegaskan bahwa ruang terbuka hijau hanya menurunkan suhu pada wilayah sekitarnya, sehingga tidak dapat dikatakan bahwa ruang terbuka hijau menurunkan suhu perkotaan secara keseluruhan. Hal ini perlu diperjelas agar interpretasi tidak membingungkan, singkatnya RTH menurunkan suhu di wilayah sekitarnya, bukan menurunkan suhu DKI Jakarta. Atau singkatnya RTH memiliki fungsi pengaturan iklim mikro, bukan mempengaruhi iklim makro.

Cari