Article Details

POTENSI PENGEMBANGAN JARINGAN GAS PIPA RUMAH TANGGA DI KOTA PALEMBANG BERDASARKAN PERILAKU KONSUMEN

Oleh   Resti Ramadhanti [15415014]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Niken Prilandita, S.T., M.Sc.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek :
Kata Kunci : gas bumi, gas pipa perkotaan, konsumsi, Kota Palembang
Sumber :
Staf Input/Edit : Yoninur Almira  
File : 9 file
Tanggal Input : 2020-03-17 15:35:31

Generic placeholder image
ABSTRAK Resti Ramadhanti

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Generic placeholder image
BAB 1 Resti Ramadhanti

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Generic placeholder image
BAB 2 Resti Ramadhanti

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Generic placeholder image
BAB 3 Resti Ramadhanti

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Generic placeholder image
BAB 4 Resti Ramadhanti

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Generic placeholder image
BAB 5 Resti Ramadhanti

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Generic placeholder image
DAFTAR Resti Ramadhanti

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Generic placeholder image
2020 TA PP RESTI RAMADHANTI_LAMPIRAN.pdf ]

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Generic placeholder image
2020 TA PP RESTI RAMADHANTI_JURNAL.pdf)u

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB


Saat ini Indonesia sedang dalam proses peningkatan diversifikasi bauran energi untuk meningkatkan ketahanan dan kedaulatan energi negara. Sebagaimana kita semua tahu, energi dan kota maupun daerah memiliki kaitan yang erat sebagai sumber tenaga semua aktivitas dan pula sebagai katalis dalam perekonomian dan pembangunan. Indonesia sedang ingin melanjutkan pembangunan jaringan gas kota dari pelaksanaan pilot project yang telah dilakukan pada tahun 2009 di Kota Palembang. Bagi Indonesia, gas bumi merupakan salah satu peluang Indonesia menuju peningkatan diversifikasi bauran energi karena Indonesia memiliki cadangan gas bumi yang cukup besar namun masih banyak diekspor dan pemanfaatan domestik yang masih kurang hingga harus melakukan impor produk energi. Neraca Gas Indonesia 2018-2027 memandang pengkajian mengenai aspek konsumsi dari gas bumi sangat diperlukan untuk menggambarkan nilai strategis dari gas bumi bagi diversifikasi bauran energi ke depan. Pengetahuan aspek konsumsi pula dapat memperluas wawasan untuk menjelaskan, memprediksi dan melakukan modifikasi perilaku sosial untuk intervensi non harga yang lebih hemat biaya. Pendekatan penelitian yang dilakukan yakni analisis kuantitatif dan metode analisis yang dilakukan adalah analisis konten, analisis deskriptif, perbandingan kelompok konsumen gas pipa dan non gas pipa, analisis asosiasi bivariat, serta analisis regresi berganda. Data yang dihasilkan adalah variabel-variabel aspek konsumsi dan perilaku konsumsi yang digunakan untuk analisis, perilaku konsumen energi gas, dan variabel-variabel yang mempengaruhi konsumsi energi gas dengan studi kasus jaringan gas kota di Kota Palembang. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumen non gas pipa menggunakan produk gas lebih lama daripada konsumen gas pipa; biaya gas pipa lebih murah daripada produk non gas pipa; konsumsi produk non gas pipa (LPG) dipengaruhi oleh pengetahuan tentang gas pipa, kepuasan terhadap produk, dan keputusan bila ditawari gas pipa; dan konsumsi gas pipa dipengaruhi oleh jumlah anggota di rumah, asal informasi mengenai produk dan pandangan non konsumen terhadap konsumen. Melalui penelitian ini dapat diketahui cara untuk meningkatkan konsumsi gas pipa sebagai gaya hidup baru masyarakat Indonesia, cara mengurangi konsumsi LPG, serta rekomendasi untuk pengembangan jaringan gas pipa di Kota Palembang dan Indonesia

Cari