Article Details

PENYISIHAN ORGANIK DAN NUTRIEN PADA MODIFIKASI TANGKI SEPTIK SEBAGAI SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK SETEMPAT UNTUK GEDUNG PERKANTORAN (STUDI KASUS: BANDUNG, JAWA BARAT, INDONESIA)

Oleh   Va Vandith [35316701]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr.-Ing. Ir. Prayatni Soewondo, MS;Ahmad Soleh Setiyawan, S.T., M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S3-Disertasi
Penerbit : FTSL - Teknik Lingkungan
Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Subjek :
Kata Kunci : Air limbah domestik, tangki septik yang dimodifikasi, penyisihan nutrisi, air limbah gedung perkantoran, penyisihan organik
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-03-17 15:25:58

Karakteristik air limbah domestik yang dihasilkan dari berbagai jenis gedung sangat berbeda tergantung pada aktivitas manusia, jumlah orang, dan fasilitas yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi air limbah gedung perkantoran dan untuk mengevaluasi kinerja Modified Septic Tank (MST), yang terdiri dari kondisi anoksik diikuti oleh Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) dalam mengolah air limbah gedung perkantoran. Penelitian ini dibagi menjadi empat tahap yaitu Tahap I, II, III dan IV. Pada Tahap I, kualitas dan kuantitas blackwater dan greywater diambil dari Gedung perkantoran A dengan jumlah orang 53 orang, sedangkan kualitas dan kuantitas air limbah campuran diambil dari gedung perkantoran B dengan jumlah orang 900 orang. Kualitas, kuantitas, dan fluktuasi debit air limbah diukur setiap jam, dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore selama waktu kerja. Pada Tahap II, air limbah sintetis telah dikarakterisasi berdasarkan air limbah kantor yang sebenarnya dengan COD: TN: TP (252: 85: 3). Data eksperimen diperoleh dari variasi tiga Hydraulic Retention Time (HRT) 36, 24 dan 12 jam dengan Laju Beban Organik (OLR) (0,07, 0,17 dan 0,29 kg COD / m3.d), Laju Beban Nitrogen (NLR) (0,02,0,06 dan 0,1 kg N / m3.d) dan Laju Beban Fosfor (PLR) (0,0008 , 0,02 dan 0,034 kg P / m3.d) tanpa Recirculation Ratio (RR) dari sedimentasi ke kompartemen anoksik. Pada Tahap III, air limbah sintetis dengan COD: TN: TP (252: 85: 3), yang mirip dengan air limbah kantor aktual digunakan dan data eksperimen diperoleh dari tiga nilai RR (2, 3 dan 4) dengan dua Aerasi Berselang (IA) (12 jam on /12 jam off dan 6 jam on / 6 jam off). Data eksperimental Tahap IV diperoleh dari Run I dan Run II tergantung pada Konsentrasi Awal (IC) air limbah gedung kantor yang sebenarnya. Run I dioperasikan dengan 92, 66 ± 8,59 mg COD / L, 17,23 ± 1,09 mg N/L dan 0,94 ± 0,1 mg P/L, sedangkan Run II dioperasikan dengan 164,53 ± 20,79 mg COD / L, 35,81 ± 1,40 mg N / L, dan 1,99 ± 0,09 mg P / L dengan IA (6 jam) dan RR 4. Hasil Tahap I menunjukkan jumlah air limbah bervariasi dari waktu ke waktu dan jumlah air blackwater, greywater dan air limbah campuran masing-masing berkisar antara 20,4 hingga 22,6, 18,7 hingga 23,3 dan 39,61 hingga 49,93 liter / orang / hari. Kualitas air limbah campuran bervariasi dari waktu ke waktu dan COD, TN, dan TP adalah 252.45 ± 88.96, 85.42 ± 24.08 dan 3.01 ± 1.92 mg / L dengan COD rata-rata: TN: TP (252: 85: 3), masing-masing. Konsentrasi rendah di pagi hari sedangkan konsentrasi puncak di sore hari setelah waktu makan siang. Faktor puncak blackwater, greywater dan air limbah campuran adalah 1,67, 1,6 dan 1,83 pada awal waktu kerja dan waktu sholat. Hasil Tahap II menunjukkan ORL, NLR, PLR, dan HRT memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja MST (p