Article Details

PENGEMBANGAN MODEL VEHICLE ROUTING PROBLEM DENGAN SKEMA PENGAMBILAN RUTE JARAK TERPENDEK DAN SISTEM RUTE HUB – FEEDER (STUDI KASUS: USULAN RUTE TOL LAUT TAHUN 2020 OLEH PT. PELNI)

Oleh   Ahmad Ezat Abdullah [94516004]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Suprayogi, S.T., M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTI - Logistik
Fakultas : Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Subjek :
Kata Kunci : Klaster, hub, feeder, Tol Laut, VRP
Sumber :
Staf Input/Edit : Dewi Supryati  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-03-17 15:23:19

PT. Pelni (Persero) merupakan salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa transportasi laut. Dengan jaringan transportasi yang luas dan memiliki cakupan area pelayaran dari barat hingga timur Indonesia, PT. Pelni menjadi pilihan utama transportasi laut masyarakat di Indonesia. Pada tahun 2015, sejalan dengan program Nawacita milik Presiden Joko Widodo, PT. Pelni mendapatkan tugas untuk melayani rute Tol Laut di Indonesia. pada tahun pertama program tersebut PT. Pelni mendapatkan penugasan melayani rute tol laut sebanyak 3 rute, dan berkembang hingga tahun 2020 menjadi 8 rute. Studi ini mengkaji tentang kurangnya realisasi voyage pada pelayaran rute tol laut setiap tahunnya. Ini menjadi isu terbesar karena sejak tahun 2016 hingga 2020 PT. Pelni belum pernah melayari rute tol laut sesuai dengan kontrak yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan. Proses pengumpulan data dilakukan di kantor PT. Pelni dengan melihat realisasi capaian voyage Tol Laut pada setiap tahunnya dan mewawancara pegawai PT. Pelni yang bekerja pada bidang tersebut. Data tersebut kemudian dianalisis dan dihitung. Hasil analisis dan perhitungan memunculkan bahwa rute yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan terlalu panjang dan lama sehingga voyage kadang dilayari lebih dari waktu yang ditetapkan. Adapun hasil dari penelitian ini terdapat usulan rute dengan sistem klastering dengan memperhitungkan pelabuhan hub dan feeder dengan rute yang lebih pendek dan estimasi biaya yang lebih rendah dari Rencana Anggaran Biaya yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan.

Cari