Article Details

SIMULASI PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG SECARA AKTIF DI LABORATORIUM DENGAN MENGGUNAKAN KAPUR TOHOR

Oleh   Windhy Satria Agung [22116023]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.Eng. Ginting Jalu Kusuma, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTTM - Rekayasa Pertambangan
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Subjek :
Kata Kunci : kapur tohor, spesies utama besi dan mangan, sistem pengolahan aktif.
Sumber :
Staf Input/Edit : Resti Andriani  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-03-17 13:56:38

Sistem pengolahan aktif merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pengolahan Air Asam Tambang (AAT). Biaya pengolahan AAT yang cukup besar sering menjadi kendala untuk diterapkan di lapangan. Prediksi melalui simulasi software merupakan salah satu langkah yang tepat dalam penanganan AAT. Software yang digunakan dalam simulasi ini adalah PHREEQC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dosis CaO pada simulasi PHREEQC, untuk menentukan dosis ideal yang memenuhi parameter baku mutu, dan untuk melihat pengaruh kenaikan pH terhadap spesies utama yaitu Fe dan Mn. Metodologi dalam penelitian ini adalah kajian eksperimental. Pengumpulan data dilakukan secara langsung melalui serangkaian tes dan mensimulasikan pengaruh pH terhadap jumlah logam terlarut dengan software PHREEQC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah spesies utama logam terlarut Fe dan Mn masih ada setelah dilakukan simulasi PHREEQC dalam jumlah yang cukup kecil. Pada penelitian ini terlihat perubahan jumlah Fe dan Mn akibat pengaruh kenaikan pH melalui pemodelan hasil simulasi PHREEQC. Berdasarkan simulasi PHREEQC, spesies utama logam terlarut Fe dan Mn masih terlarut setelah dilakukan pengolahan dengan memberikan dosis kapur (CaO) sebanyak 500 ppm. Dosis 500 ppm CaO menyebabkan pH sampel AAT pit Z naik dari 2,73 menjadi pH 6,52. Kadar spesies utama logam Fe yang masih terlarut pada pH 6,52 yaitu Fe2+ dari 1,55 x 10-2 M turun menjadi 1,36 x 10-2 M, kandungan logam terlarut Fe3+ dari 3,29 x 10-11 M turun menjadi 6,93 x 10-13 M, Fe(OH)+ dari 1,68 x 10-6 M naik menjadi 8,74 x 10-6 M, dan Fe(OH)2+ mulai dari 6,38 x 10-11 M naik menjadi 7,98 x 10-09 M, Fe(OH)2 + mulai dari 6,78 x 10-12 M naik menjadi 4,99 x 10-6 M sedangkan spesies utama Mn yang masih terlarut setelah pH mencapai 6,52, yaitu Mn2+ mulai dari 5,08 x 10-3 M, jumlahnya perlahan turun menjadi 4,48 x 10-3 M

Cari