Article Details

PENGEMBANGAN MODEL LINTAS PERAKITAN DAN PENUGASAN OPERATOR DENGAN MEMPERTIMBANGKAN PERBEDAAN TINGKAT KEAHLIAN OPERATOR DI PERAKITAN TAILBOOM HELIKOPTER MK-II

Oleh   Budi Agus Dinar [23416010]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Anas Ma'ruf, M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTI - Teknik dan Manajemen Industri
Fakultas : Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Subjek :
Kata Kunci : lintas perakitan, skilled, unskilled, cycle time, precedence diagram,efisiensi lintasan.
Sumber :
Staf Input/Edit : Dewi Supryati  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-03-16 15:38:07

Lintas perakitan Tailboom Helikopter MK-II saat ini menggunakan konsep fixed layout dengan 1 stasiun kerja dan dikerjakan secara serial. Setiap tahap terdapat 3 tipe operasi berbeda yang harus dikerjakan, yaitu mechanical installation, sealant, dan inspection. Khusus untuk tipe operasi mechanical installation, tersedia operator dengan 2 tingkat keahlian, yaitu mechanical installer skilled(MIS) dan mechanical installer unskilled(MIU) dengan kemampuan pengerjaan tiap operasi yang berbeda. Pada tahun 2019 PT.X memiliki target produksi sebanyak 22 unit tailboom (18 unit target tahun 2019 + 4 unit kekurangan tahun 2018). Berdasarkan perhitungan, nilai takt time dari pemenuhan per unit tailboom adalah 91jam, sedangkan aktualnya lama pengerjaan untuk 3 komponen besar, pylon,cone, junction memerlukan waktu masing-masing 133,153,123jam dengan formasi default 10 operator (4 MIS, 2 MIU, 2 Sealant operator, 2 Inspector). Suatu model lintas perakitan perlu dirancang agar mampu mengatur penugasan operator yang sekaligus dapat menyeimbangkan beban kerja untuk memenuhi cycle time yang ditargetkan. Model yang diusulkan merupakan model analitik Mixed Integer Linear Programming (MILP). Model ini memiliki fungsi tujuan minimasi cycle time, dengan input berupa data operasi, data operator dan precedence diagram. Sedangkan output berupa stasiun kerja yang terbentuk, penempatan operasi pada stasiun kerja, penugasan operator pada operasi, nilai cycle time dari stasiun yang terbentuk. Agar sesuai dengan kondisi aktual maka dalam penelitian ini perlu dilakukan beberapa penyesuaian model, pertama, yaitu dengan me-modifikasi precedence diagram dengan menambah task dummy untuk mengakomodir setiap operasi aktual yang membutuhkan 2 operator, hanya tipe operasi mechanical installation yang membutuhkan 2 operator. Kedua, untuk mengakomodir aturan yang diterapkan customer, pada setiap operasi yangmembutuhkan 1 operator, yangditugaskan harus operator skilled, dan untuk operasi yangmembutuhkan 2 operator, harusditugaskan setidaknya 1 operator skilled. Dalam upaya mencapai target produksi 22 unit tailboom/tahun, solusi dari proses komputasi model usulan menghasilkan suatu lintas perakitan dengan 2 stasiun kerja. Model usulan mampu menurunkan cycle time dari dari masing-masing komponen pylon: 133 jam menjadi 71 jam, cone: 153 jam menjadi 82 jam, dan junction: 123 jam menjadi 71 jam dengan formasi default. Selain itu penelitian ini juga mengusulkan 2 formasi usulan dengan jumlah 8 operator. Formasi usulan 1, dengan pengurangan 2 operator MIS, menghasilkan cycle time yang masih dibawah nilai takt time namun paling efisien untuk cost salary seluruh operator mechanical installer dalam memproduksi 22 unit tailboom. Sedangkan untuk formasi usulan 2, dengan pengurangan 2 operator MIU, mampu menghasilkan nilai cycle time yang paling kecil dalam memproduksi total 22 unit pylon, cone, junction.

Cari