Article Details

STUDI INTRUSI AIR LAUT DI DELTA BERAU, KALIMANTAN TIMUR INDONESIA DENGAN METODE ANALITIK

Oleh   Risqi Rahmatulloh [12914005]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ayi Tarya, S.Si., M.Si.;Dr.Eng. Nining Sari Ningsih, MS;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FITB - Oseanografi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek :
Kata Kunci : Intrusi, Debit sungai, Arus pasang surut, Kategori, Model analitik.
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-03-16 14:44:55

Generic placeholder image
ABSTRAK Risqi Rahmatulloh

Terbatas
» ITB


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intrusi air laut yang terjadi di Delta Berau menggunakan analisis data observasi serta melakukan pendekatan dengan model analitik Savenije (spreadsheet). Data intrusi terbagi dalam 5 waktu yang berbeda yaitu 16 Mei, 20 Juni, 2, 15 dan 20 September 2007. Dari hasil olah data observasi didapat intrusi terpendek terjadi pada tanggal 16 Mei dibanding yang lain dengan nilai 5 psu berada pada titik 34 km dari titik awal pengambilan data atau mulut estuari. Untuk tanggal 20 Juni nilai 5 psu berada pada titik 56 km. Nilai 5 psu pada tanggal 2 September 2007 berada di titik 64 km. Nilai tersebut berada di titik 58 km pada tanggal 15 September 2007. Untuk tanggal 20 September 2007 nilai tersebut berada di titik 60 km. Variasi intrusi yang terjadi diakibatkan oleh keseimbangan antara debit sungai dan pasang surut yang terjadi dan sebagai faktor dominan. Tanggal 16 Mei 2007 debit aliran sungai sebesar 660 m3/s dengan nilai arus pasang surut sebesar 0,8 m/s menghasilkan kurva salinitas yang lebih dekat dengan mulut estuari dan tanggal 2 September memiliki kurva lebih bergeser ke arah hulu sungai yang ditandai dengan nilai salinitas tinggi sebesar 20 psu di badan Sungai Berau. Hal itu dapat terjadi karena nilai debit sungai pada waktu itu cenderung kecil yaitu 443 m3/s dan arus pasang surut sebesar 0,8 m/s. Berdasarkan nilai bilangan estuarinya, Estuari Berau termasuk dalam bentuk estuari lonceng atau terompet (bell shape estuary). Estuari Berau termasuk dalam kategori estuari yang bercampur sebagian (partially mixed estuary) dari nilai bilangan Canter-Cremers dan Richardson yaitu N lebih besar dari 0,1 dan NR lebih besar dari 0,08. Tingkat kecocokan model analitik yang digunakan dapat dikatakan baik dengan nilai koefisien korelasi rata-rata lebih besar dari 90%.