Article Details

PENINGKATAN KAPASITAS INSTALASI PENGOLAHAN AIR PDAM TIRTA DARMA AYU CABANG KEPANDEAN, KECAMATAN INDRAMAYU

Oleh   Abraham [15715016]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Ir. Yuniati, M.T., M.Sc., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FTSL - Rekayasa Infrastruktur Lingkungan
Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Subjek : Sanitary & municipal engineering
Kata Kunci : evaluasi, instalasi pengolahan air, desain kontruksi IPA, kapasitas pengolahan.
Sumber : TA APRIL 2020
Staf Input/Edit : Garnida Hikmah Kusumawardana   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-03-16 14:39:59

PDAM Tirta Darma Ayu cabang Kepandean memiliki 3 buah instalasi pengolahan air (IPA) yang melayani kebutuhan air minum masyarakat kecamatan Indramayu. Unit IPA 1 memiliki kapasitas 70L/detik, IPA 2 memiliki kapasitas 80 L/detik dan IPA 3 memiliki kapasitas 50 L/detik. Namun berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada tahun 2019, IPA 2 memiliki debit aliran rata-rata pengolahan mencapai 93 L/detik dan melebihi dari kapasitas debit yang dirancang. Dari pengamatan tersebut juga ditemukan bahwa air hasil pengolahan tidak memenuhi kriteria baku mutu. Terdapat solusi terkait evaluasi IPA 2 ini yaitu penambahan dimensi dari seluruh unit dan penggantian pasir pada bak filtrasi. Demi memenuhi pelayanan air minum kecamatan Indramayu hingga tahun 2040, perlu adanya peningkatan kapasitas pengolahan di PDAM ini, diantaranya dengan meningkatkan kapasitas pengolahan IPA 2 berkapasitas 80L/detik. Namun peningkatan kapasitas yang dilakukan tidak didukung secara sektor ekonomi dan lahan, sehingga direncanakan sebuah instalasi pengolahan air (IPA) baru dengan kapasitas 120 L/detik untuk memenuhi kebutuhan suplai air masyarakat kecamatan Indramayu sampai tahun 2040. Unit IPA 2 PDAM akan dikembalikan debit pengolahannya sesuai kapasitasnya yaitu sebesar 80L/detik agar air hasil pengolahan kembali memenuhi kriteria baku mutu air minum. Instalasi pengolahan air yang baru akan memiliki konfigurasi unit prasedimentasi dengan bak berbentuk persegi, unit koagulasi yang memanfaatkan terjunan hidrolis dan koagulan PAC, unit flocculating baffle channel, unit sedimentasi yang dilengkapi plate settler, unit filtrasi dengan dual media serta unit pengolahan lumpur sludge drying bed. Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan IPAM ini adalah Rp 37,3 milyar.