Article Details

PENILAIAN KERENTANAN MANGROVE TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DI TAMAN KONSERVASI MANGROVE SAYUNG KABUPATEN DEMAK JAWA TENGAH

Oleh   Muhammad Haidar Helmi [20617014]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Rina Ratnasih Purnamahati, MS, M.Sc.;Dr. Elham Sumarga, S.Hut., M.Si.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Biologi
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : mangrove, perubahan iklim, kerentanan, penginderaan jauh, restorasi
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-03-09 15:36:46

Ekosistem mangrove adalah ekosistem yang paling rentan terdampak perubahan iklim, sedangkan mangrove banyak memberikan jasa ekosistem, diantaranya sebagai penyedia tempat pemijahan ikan, tempat bersarang burung, dan pengatur mikro klimat. Dampak perubahan iklim pada mangrove salah satunya terjadi pada mangrove di pantai utara Jawa Tengah, yaitu di Taman Konservasi Mangrove Sayung Demak yang rentan terkena banjir pantai akibat kenaikan muka air laut sebagai dampak dari perubahan iklim. Sementara itu, pemerintah daerah berencana untuk menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat konservasi mangrove dan ekowisata. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian sebagai bahan pertimbangan konservasi di lokasi tersebut. Penelitian yang dilakukan adalah menilai kerentanan mangrove terhadap perubahan iklim pada Taman Konservasi Mangrove Sayung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kerentanan mangrove di Taman Konservasi Mangrove Sayung akibat perubahan iklim dan menentukan berbagai upaya adaptasi bagi mangrove di Taman Konservasi Mangrove Sayung. Ekosistem mangrove di Taman Konservasi mangrove Sayung dinilai kerentanannya dengan menggunakan Climate Change Vulnerability Assessment dengan memberikan penilaian terhadap tiga komponen kerentanan yaitu faktor paparan, faktor sensitivitas dan faktor kapasitas adaptif. Faktor paparan dinilai dari data proyeksi perubahan curah hujan dan data kenaikan muka air laut yang didapat dari data publikasi BMKG dan Dinas Perikanan dan Kelautan Semarang, faktor sensitivitas dinilai dari data basal area spesies mangrove yang tumbuh di lokasi tersebut dan rekruitmen yang didapat dengan analisis vegetasi menggunakan metode transek berpetak, serta data perubahan garis pantai dan area mangrove yang didapat dengan mengolah citra satelit tahun 2014 dan 2019, sedangkan faktor kapasitas adaptif dianalisis berdasarkan data elevasi di atas mangrove yang juga didapat dari pengolahan citra satelit DEM tahun 2018. Seluruh variabel tersebut diberi skor 1-5 sesuai tingkat kerentanannya lalu dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah varibel, sehingga akan didapat skor akhir kerentanan mangrove di Taman Konservasi Mangrove Sayung terhadap perubahan iklim. Berdasarkan hasil penelitian, untuk komponen faktor paparan diketahui nilai proyeksi perubahan curah hujan didapat bahwa presipitasi di wilayah Demak berkurang menjadi -20% sehingga nilai kerentanannya adalah 4, dan untuk kenaikan muka air laut relatif menunjukan terdapat kenaikan muka air laut sebesar 7,4 cm/tahun sehingga nilai kerentanannya adalah 4. Untuk komponen sensitivitas didapat bahwa basal area mangrove yaitu 14,17 m2/ha atau dengan nilai kerentanan 3, untuk rekrutmen mangrove hanya terdapat pada species Avicennia marina dengan jumlah anakan sebanyak 8 anakan sehingga nilai kerentanannya adalah 4. Hasil olah data SIG untuk citra satelit secara kualitatif menunjukan telah terjadi kemunduran garis pantai dengan luas total 10,57 ha dan pengurangan area mangrove seluas 2,5 ha, sehingga nilai kerentanan masing-masing variabel adalah 3. Untuk komponen kapasitas adaptif didapat bahwa elevasi diatas mangrove yang ditunjukan citra satelit menggambarkan tidak adanya kenaikan elevasi sehingga nilai kerentanannya adalah 5. Seluruh hasil dari nilai kerentanan tersebut kemudian dijumlahkan dan dibagi oleh jumlah variabel yang dilakukan sehingga nilai kerentanan mangrove terhadap perubahan iklim di Taman konservasi mangrove Sayung sebesar 3,7 (kerentanan moderat hingga tinggi). Dengan hasil tersebut upaya adapatasi yang perlu diprioritaskan adalah dengan melakukan perencanaan area bagi migrasi mangrove ke daratan dan didukung oleh pengelolaan akresi bagi mangrove.