Article Details

ANALISIS KOMPONEN UTAMA PADA DATA FAKTOR GEOGRAFIS DAN NON GEOGRAFIS YANG MEMENGARUHI AKSES PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA

Oleh   Muhung Anggarawan [10115053]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. RR. Kurnia Novita Sari, S.Si., M.Si.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FMIPA - Matematika
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek :
Kata Kunci : komponen utama, akses pelayanan kesehatan, provinsi di Indonesia, geografis, non geografis.
Sumber :
Staf Input/Edit : Dwi Ary Fuziastuti  
File : 8 file
Tanggal Input : 2020-03-03 13:52:54

Generic placeholder image
BAB 1 Muhung Anggarawan

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 2 Muhung Anggarawan

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 3 Muhung Anggarawan

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 4 Muhung Anggarawan

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 5 Muhung Anggarawan

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Saat ini banyak fenomena kejadian yang memiliki banyak variabel sehingga diperlukan suatu metode untuk mengolah data dari fenomena tersebut. Salah satu metode statistika yang dapat menganalisis variabel yang banyak adalah Analisis Komponen Utama (AKU). AKU dapat digunakan untuk mengurangi banyaknya variabel tanpa mengurangi informasi yang berarti dari data. Variabel-variabel baru yang dihasilkan tersebut disebut komponen utama. Pada umumnya, komponen utama yang diperoleh diharapkan berjumlah dua atau tiga sehingga mudah divisualisasikan. Penerapan AKU sangat luas, salah satunya di bidang kesehatan. Melalui AKU dapat dianalisis kedekatan antar provinsi di Indonesia berdasarkan akses pelayanan kesehatannya. Kesehatan adalah salah satu hak asasi manusia dan unsur kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, peningkatan kualitas akses pelayanan kesehatan adalah hal yang sangat penting. Terdapat dua puluh faktor yang memengaruhi akses pelayanan kesehatan. Sembilan faktor geografis dan sebelas faktor non geografis yang dianalisis secara terpisah. Data geografis memiliki hasil yang paling baik untuk tiga komponen utama dengan keterserapan 79,4%. Sedangkan data non geografis memiliki hasil yang paling baik untuk dua komponen utama dengan keterserapan 68%. Selain itu, provinsi-provinsi di Indonesia dapat dikelompokkan menurut kedekatannya sesuai hasil AKU untuk data geografis dan data non geografis menggunakan metode klaster k-means. Untuk data geografis, diperoleh hasil lima kelompok sedangkan untuk data non geografis diperoleh hasil tiga kelompok dengan level rendah, pertengahan dan tinggi. Provinsi dengan level rendah adalah Papua, Papua Barat, Maluku, Malut, Kalbar, Kalteng dan Kalut yang sebaiknya segera diperbaiki akses pelayanan kesehatannya.