Article Details

SISTEM INSTRUMENTASI PENGUKURAN KONDUKTIVITAS TERMAL MENGGUNAKAN RESISTANCE BRIDGE

Oleh   Laurentius Michael George [10215059]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Agustinus Agung Nugroho Sulistyo Hutomo;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FMIPA - Fisika
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek : Physics
Kata Kunci : Konduktivitas termal, LabVIEW, resistance bridge, resistance temperature detector, steady state method (absolute technique).
Sumber :
Staf Input/Edit : Ratnasari   Ena Sukmana
File : 8 file
Tanggal Input : 2020-02-14 13:54:26

Generic placeholder image
COVER Laurentius Michael George

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 1 Laurentius Michael George

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 2 Laurentius Michael George

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 3 Laurentius Michael George

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 4 Laurentius Michael George

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 5 Laurentius Michael George

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
PUSTAKA Laurentius Michael George

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Konduktivitas termal (????) mendeskripsikan kemampuan penghantaran panas akibat adanya perbedaan temperatur pada kedua sisi material. Besaran fisis ini merupakan parameter penting untuk mengukur performa termoelektrik. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur ???? adalah steady-state method (absolute temperature). Pada penelitian ini telah dikembangkan sistem instrumentasi pengukuran ???? yang mengukur perbedaan temperatur dengan dua sistem termometer menggunakan resistance temperature detector (RTD) pada resistance bridge (yang disebut juga sebagai Wheatstone bridge). RTD dipilih karena memiliki akurasi dan linearitas fungsi transfer yang lebih baik dibandingkan dengan termokopel dan termistor. Selain itu, dilakukan juga optimasi daya pemanas maksimum (?????????????????????????,????????????) dan durasi siklus pengukuran (?????????????????????????) dalam pengukuran ???? yang menggunakan steady-state method (absolute temperature). Akuisisi dan pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program yang dibuat dengan software LabVIEW. Pengukuran sampel pelat tembaga pada penelitian ini menghasilkan ???? = 368,339 W m-1 K-1 dengan galat pengukuran 6,152% (???????????????? = 392,484 W m-1 K-1). Pada pengukuran ini, ?????????????????????????,???????????? dan ????????????????????????? yang optimal adalah 0,3 W dan 90 s secara berurutan. Perbedaan antara hasil pengukuran dan nilai referensi diduga karena ketidaksempurnaan geometri sampel, adanya arus kalor yang terbuang (atau dikenal juga sebagai parasitic heat loss) namun tidak diperhitungkan, serta perbedaan performa RTD PT1000.