Article Details

PENGEMBANGAN MODEL KESELAMATAN PENYEBERANGAN PADA RUAS JALAN TIDAK TERBAGI DI KOTA BANDUNG

Oleh   Mutia Lisya [25017339]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Aine Kusumawati, ST, MT.; Dr. Ir Sri Hendarto, M.Sc.
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTSL - Teknik Sipil
Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Subjek : Civil engineering
Kata Kunci : Keselamatan, Penyeberangan Jalan, Ruas, Linier Berganda, Ordered Probit.
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-02-12 14:47:56

Berjalan adalah kegiatan sehari-hari yang diperlukan bagi manusia dan sebagian besar kegiatan berjalan kaki melibatkan penyeberangan jalan. Tesis ini membahas pengembangan model keselamatan penyeberangan di ruas jalan tidak terbagi di Kota Bandung. Dimana di Indonesia, pejalan kaki merupakan salah satu pelaku perjalanan yang paling rentan terhadap kecelakaan dengan persentase sebesar 16% dari kecelakaan lalu lintas di jalan. Berdasarkan buku Laporan Tahunan Keselamatan Jalan Tahun 2017 (BIGRS, 2018), menunjukkan pejalan kaki merupakan korban dengan tingkat cedera dan kematian akibat tabrakan dengan persentase sebesar 23% di jalan Kota Bandung. Hal ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk mengatasi masalah transportasi, khususnya keselamatan pejalan kaki di Kota Bandung. Tingkat keselamatan penyeberangan jalan dinilai dengan membangun dua jenis model yaitu model linier berganda dan model ordered probit (OP). Model dibangun dengan menggunakan tiga parameter yang terdiri dari karakteristik kontrol, karakteristik jalan, dan karakteristik lalu-lintas. Lokasi tinjauan terdiri dari 30 ruas jalan dengan penyeberangan yang ditandai. Masing-masing model memiliki tiga tipe dengan tipe pertama memiliki variabel karakteristik lalu lintas yang dibagi berdasarkan jenis kendaraan, tipe kedua memiliki variabel karakteristik lalu lintas yang digabung untuk semua jenis kendaraan dan variabel jumlah lajur dipisah, dan tipe ketiga memiliki variabel karakteristik lalu lintas yang digabung untuk semua jenis kendaraan namun dipisah perlajur dan variabel jumlah lajur dipisah. Dari keenam model yang dibangun nantinya setelah melewati proses validasi akan dipilih untuk menilai tingkat keselamatan penyeberangan jalan di ruas jalan tidak terbagi di Kota Bandung. Hasil pemodelan menunjukan model linier berganda tipe 1 menjadi model terbaik dengan nilai Akaike’s Information Criterion (AIC) dan Chi-square (X2) lebih kecil dari model lainya.