Article Details

PERBANDINGAN AKTIVITAS TIGA JENIS KATALIS DEHIDRASI METANOL MENJADI DME

Oleh   Via Siti Masluhah [23017032]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Herri Susanto;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTI - Teknik Kimia
Fakultas : Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Subjek : Chemical engineering
Kata Kunci : LPG, dehidrasi metanol, DME, katalis, ?-Al2O3
Sumber : Perpustakaan Teknik Kimia
Staf Input/Edit : Budi Cahyadi   Ena Sukmana
File : 7 file
Tanggal Input : 2020-02-10 09:54:26

PERBANDINGAN AKTIVITAS TIGA JENIS KATALIS DEHIDRASI METANOL MENJADI DME Oleh: Via Siti Masluhah NIM: 23017032 (Program Studi Magister Teknik Kimia) Rencana umum Energi Nasional 2017 (RUEN 2017) menyatakan bahwa DME akan digunakan sebagai bahan pencampur LPG. Pencampuran ini diharapkan dapat menurunkan impor LPG Indonesia. DME dapat digunakan sebagai pengganti LPG karena tergolong ke dalam bahan bakar yang ramah lingkungan dan dapat diproduksi dari berbagai sumber daya energi seperti gas alam, batubara dan biomasa. Secara umum, sintesis DME dapat dilakukan melalui dua jenis proses, yaitu proses langsung (satu tahap) dari gas sintesis dan proses tidak langsung (dua tahap) melalui sintesis metanol dan dehidrasi metanol. Penelitian ini merupakan bagian dari pengembangan sistem sintesis Biomassa menjadi bahan bakar cair. Tujuan penelitian ini adalah menguji aktivitas tiga jenis katalis untuk dehidrasi metanol menjadi DME. Tahapan penelitian meliputi karakterisasi katalis dan pengujian aktivitas katalis tersebut pada proses dehidrasi metanol dengan variasi temperatur 240, 260, 280, dan 290oC, dan variasi WHSV 0,4, 1,2, dan 2 jam-1. Katalis yang digunakan antara lain ?-Al2O3 dan dua katalis komersial dari pabrik DME di Indoneia. Uji aktivitas ini dilakukan menggunakan umpan metanol dengan komposisi 17-50% mol dalam gas N2 dan dilakukan dalam reaktor fixed bed dengan berat katalis dibuat tetap yaitu sebanyak 2 gram. Hasil karakterisasi menunjukkan katalis memiliki luas permukaan (m2/gram): 194,4 (?-Al2O3), 128,3 (JH202), 370,9 (KADH5) dan tingkat keasaman (mmol/g.kat): 0,421 (?-Al2O3), 0,308 (JH202), 0,203 (KADH5). Pada uji aktivitas katalis, konversi metanol tertinggi dicapai oleh katalis KADH5 (91%) pada temperatur 240oC, sedangkan konversi metanol dengan katalis ?-Al2O3 ITB mencapai 70,9 % pada temperatur 280oC. Konversi metanol pada katalis ?-Al2O3 ini di bawah konversi kesetimbangan termodinamika (90,4%). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pada katalis ?-Al2O3, WHSV yang rendah (0,4 jam-1) menghasilkan konversi metanol yang tinggi (84%).