Article Details

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BEBERAPA EKSTRAK HERBA DARI EMPAT JENIS SAWI (BRASSICA spp.) DENGAN METODE UJI DPPH DAN FRAP

Oleh   Puspa Utari [20711316]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Irda Fidrianny;Prof. Dr. Komar Ruslan Wirasutisna;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SF - Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : Antioksidan, herba empat jenis sawi, DPPH, FRAP
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-02-06 14:01:26

Latar belakang dan tujuan: Antioksidan adalah zat yang memiliki kemampuan untuk melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Konsumsi sayuran dapat membantu mengurangi resiko berbagai penyakit degeneratif. Sayuran hijau merupakan sumber yang sangat baik sebagai antioksidan yang dapat menghambat proses oksidasi. Ekstrak dari beberapa jenis yang berbeda pada suku Brassicaceae memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antioksidan beberapa ekstrak herba dari empat jenis sawi dengan menggunakan dua metode pengujian antioksidan yaitu metode DPPH (2,2- difenil-1-pikrilhidrazil) dan FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) serta korelasi antara total fenol, flavonoid dan karotenoid terhadap peredaman DPPH dan kapasitas FRAP. Metode: Ekstraksi secara refluks menggunakan pelarut dengan kepolaran meningkat. Masing-masing ekstrak dipantau secara kromatografi lapis tipis (KLT). Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antioksidan ekstrak dengan metode DPPH dan FRAP, penetapan IC50 peredaman radikal DPPH dan EC50 kapasitas FRAP, penetapan fenol, flavonoid, karotenoid total dari masing-masing ekstrak dan korelasinya dengan peredaman DPPH dan FRAP. Hasil: Aktivitas antioksidan tertinggi dengan metode DPPH (85,79%) diberikan oleh ekstrak etilasetat herba kailan (D2) dan aktivitas peredaman FRAP tertinggi (19,56%) diberikan oleh ekstrak etanol herba kailan (D3). Ekstrak etil asetat herba petcai (C2) memiliki fenol total tertinggi (7,40 g GAE/100g), ektsrak etil asetat herba kailan (D2) memiliki flavonoid total tertinggi (23,08g QE/100g) dan ekstrak nheksana herba caisin (B1) memiliki karotenoid total tertinggi (41,04 g BET/100g). Fenol total dalam ekstrak herba pak choi, caisin, kailan mempunyai korelasi tinggi, positif dan bermakna terhadap aktivitas peredaman DPPH dan kapasitas FRAP. Flavonoid total dalam ekstrak kailan yang mempunyai korelasi positif dan bermakna terhadap aktivitas peredaman DPPH. Karotenoid total dalam ekstrak herba pak choi, caisin, petcai mempunyai korelasi negatif dan bermakna terhadap aktivitas peredaman DPPH dan FRAP. Kesimpulan: Metode uji DPPH dan FRAP memberikan hasil yang linier untuk pengukuran aktivitas antioksidan pada ekstrak herba pak choi, caisin dan kailan. Aktivitas antioksidan dalam ekstrak herba pak choi, caisin dan kailan dapat diperkirakan secara tidak langsung dengan penentuan fenol total. Golongan fenol merupakan kontributor utama terhadap aktivitas antioksidan dalam ekstrak herba pak choi, caisin, dan kailan.