Article Details

UJI ANTI LELAH MADU DARI SPESIES LEBAH APIS MELLIFERA, APIS CERANA, DAN TRIGONA SP

Oleh   Mukti Priastomo [20711311]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D.;Prof. Dr. Sukrasno, MS;Dr. Kusnaedi, M.Pd.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SF - Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : Anti lelah, Madu, Apis mellifera, Apis cerana, Trigona sp, Asam laktat
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-02-06 13:58:43

Latar belakang dan tujuan : Lebah madu merupakan serangga penghasil madu. Produk madu ini dihasilkan dari nektar yang diolah oleh lebah madu sebagai cadangan makanan bagi koloni lebah madu. Komposisi kimia yang terkandung pada madu menjadikan produk alam ini memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah manfaat untuk meningkatkan stamina. Dalam aktivitas manusia, stamina diperlukan untuk beraktivitas. Menurunnya stamina maka akan berkorelasi dengan menurunnya aktivitas. Adanya efek lelah pada aktivitas menjadi tanda bahwa terjadi penurunan stamina. Lelah dapat terjadi pula karena adanya kondisi biokimia di dalam tubuh yang bertambah. Salah satunya adalah terjadinya peningkatan asam laktat sebagai hasil dari metabolit aktivitas anaerobik. Pengujian anti lelah dilakukan dengan mengukur efek anti lelah secara fisik dan biokimia terhadap model hewan coba mencit dan dilanjutkan pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan efek anti lelah dari tiga spesies lebah madu yang dikembangkan di Indonesia, yakni lebah madu Apis mellifera, Apis cerana, dan Trigona sp. Metode : Penelitian dimulai dengan observasi dan pemilihan lokasi pengambilan sampel madu yang dilanjutkan dengan determinasi spesies lebah madu dan madu yang dihasilkan. Selanjutnya madu digunakan pada kajian anti lelah dengan pemberian oral yang dilanjutkan pada pengamatan biokimia darah dengan parameter berupa glukosa darah, asam laktat, dan glikogen pada otot dan hati. Hasil : Tiga jenis madu dengan dosis pemberian 208 mg/20 g berat badan mencit dan dosis 80 g untuk pemberian pada manusia, memiliki kemampuan meningkatkan aktivitas fisik yang ditandai dengan waktu pengukuran. Bahan uji dapat pula meningkatkan cadangan energi glikogen pada organ hati dan jaringan otot pada mencit. Bahan uji juga memberikan pengaruh terhadap pembentukan asam laktat di dalam darah. Kesimpulan : Bahwa ketiga jenis madu dapat memberikan efek anti lelah yang diujikan pada mencit dan manusia