Article Details

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP QUALITY OF LIFE PASIEN SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS YANG BEROBAT KE RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG

Oleh   Rahimatul Uthia [20712306]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Maria Immaculata Iwo;dr. Rachmat G. Wachyudi SpPD-KR;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SF - Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : Systemic Lupus Erythematosus, quality of life, SF-36, SLEQoL, faktor-faktor eksternal.
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-02-06 13:51:48

Saat ini prevalensi penyandang Systemic Lupus Erythematosus (SLE) semakin hari semakin meningkat. Di dunia, penyandang lupus (Odapus) mencapai 4-250 per 100.000 orang dan terutama diderita oleh wanita usia produktif. Penatalaksanaan SLE umumnya bertujuan untuk meningkatkan quality of life (QoL). Selain menggunakan dua kuesioner yaitu SF-36 yang generik dan SLEQoL yang spesifik, penelitian ini bertujuan mempelajari faktor-faktor eksternal yang berpengaruh terhadap QoL odapus. Penelitian ini dirancang dengan metode analitik observasional cross sectional study. Subjek penelitian ini adalah odapus yang berobat ke RSHS selama bulan Maret-Mei 2014. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Data yang diperoleh yaitu faktorfaktor yang mempengaruhi QoL diolah secara univariat dan bivariat. Berdasarkan kuesioner generik yaitu SF-36, gambaran QoL Odapus yang berobat ke RSUP Hasan Sadikin Bandung secara fisik baik hanya 22,7% dan buruk 77,3%; secara mental baik 40% dan buruk 60%. Sedangkan berdasarkan SLEQoL, baik 52% dan buruk 48%. Berdasarkan aspek-aspek yang diukur (36 aspek pada SF-36; 40 aspek pada SLEQoL), persepsi odapus tidak sejalan dengan nilai QoL yang diperoleh. Menurut SF-36, persepsi odapus yang menunjukkan kondisi yang baik sekitar 74,9±13,9% dan berdasarkan SLEQoL persepsi baik 80,7±13,7%. Dari faktorfaktor eksternal yang dikaji, kepatuhan pasien berpengaruh secara bermakna terhadap terhadap QoL berdasarkan kesehatan fisik (p = 0,026) dan kesehatan mental (p = 0,007) serta jenis terapi berpengaruh secara signifikan terhadap kesehatan mental (p = 0,028). Berdasarkan SF-36 dan SLEQoL, dapat disimpulkan bahwa QoL Odapus yang berobat ke RSHS masih termasuk buruk. Faktor eksternal seperti kepatuhan dan jenis terapi berperan penting dalam menetukan QoL odapus, sedangan status pembayaran, lama terapi, aktifitas penyakit, keaktifan bekerja dan status nikah tidak berpengaruh. Berdasarkan kedua kuesioner yang digunakan, persepsi Odapus tidak sebanding dengan QoL yang diperoleh.