Article Details

HUBUNGAN ANTARA OSTEOPOROSIS DENGAN AKTIFITAS FISIK, INDEKS MASSA TUBUH, KEKUATAN TUNGKAI, JENIS KELAMIN, DAN KELOMPOK USIA (40-50, 51-60, 61-70) TAHUN

Oleh   Yoga Pramana [21712002]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Nia Sri Ramania, M.Sc.;Drs. Tommy Apriantono, M.Sc., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SF - Keolahragaan
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : Osteoporosis, Aktifitas Fisik, Indeks Massa Tubuh, Kekuatan Tungkai.
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-02-06 08:25:20

Latar belakang dan tujuan: Osteoporosis merupakan salah satu penyakit yang banyak menimpa pada orang tua. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya diketahui aktifitas fisik dapat mencegah terjadinya osteoporosis. Namun masih sedikit ditemui laporan penelitian mengenai hubungan intensitas dan kelompok aktifitas fisik, kekuatan tungkai, dan kelompok usia terhadap osteoporosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara osteoporosis, aktifitas fisik, indeks massa tubuh (IMT), kekuatan tungkai, dan kelompok usia. Metode: Subjek penelitian ini adalah 113 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, kelompok yang aktif melakukan jalan atau jogging dan kontrol. Kepadatan tulang diukur menggunakan densitometer, aktifitas fisik diukur menggunakan kuesioner short International Physical Activity (IPAQ), IMT menggunakan pengukuran tinggi dan berat badan yang dikalkulasikan ke dalam rumus IMT, dan kekuatan tungkai menggunakan leg dynamometer. Analisis data: Menggunakan SPSS versi 17 dengan level signifikansi 0.05 untuk menentukan hubungan antara variable pada tes korelasi dan hasil momen pearson. Hasil: Kelompok jalan atau jogging memiliki kepadatan tulang yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol baik pada pria maupun wanita pada kelompok umur 61-70 tahun. Terdapat hubungan antara kekuatan tungkai dan kepadatan tulang pada kelompok yang aktif serta kekuatan tungkai yang lebih baik dibandingkan kontrol. Kesimpulan: Aktifitas fisik merupakan salah satu faktor penting dalam mempertahankan kepadatan tulang, dimana kelompok yang aktif melakukan jalan dan jogging serta memiliki intensitas aktifitas berat memiliki tingkat kejadian osteoporosis yang lebih rendah dibandingkan kelompok yang tidak aktif.