Article Details

STUDI PARAGENESIS MINERAL DAN INKLUSI FLUIDA PADA ENDAPAN EPITERMAL, AREA MAIN RIDGE DAN OSELA, DISTRIK BAKAN, SULAWESI UTARA, INDONESIA

Oleh   Rizqi Faishal Sipatriot [22017304]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Andri Slamet Subandrio, Dipl.-Geol.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FITB - Teknik geologi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek :
Kata Kunci : epitermal sulfidasi tinggi, inklusi fluida, Bakan.
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 21 file
Tanggal Input : 2020-01-17 14:59:26

Distrik Bakan adalah lokasi pertambangan aktif yang sekarang sedang ditambang oleh perusahaan PT. J Resources Bolaang Mongondow (JRBM). Terdapat beberapa area prospek masing-masing diberi nama, antara lain; area Durian, Osela Utara, Osela Selatan, Villa, Main Ridge, Jalina, Tengkorak, Gunung Botak, Camp Prospek (atau Camp Site), dan Waterfall. Perlu dilakukan penelitian lanjutan khususnya pada area yang sekarang sedang aktif tambang, yaitu area Main Ridge dan Osela. Penelitian ini akan membahas paragenesis mineral dan karakteristik fluida hidrotermal serta hubungannya dengan fluida pembawa emas pada area Main Ridge dan Osela. Metode penelitian yang digunakan, antara lain; 1) analisis petrologi (slab batuan), 2) analisis petrografi, 3) analisis mineragrafi, 4) analisis geokimia (fire assay), dan 5) analisis inklusi fluida. Karakteristik batuan pembawa emas di daerah penelitian adalah tuf dasitik yang mengalami silisifikasi. Tekstur batuan tuf dasitik pada area Main Ridge adalah tekstur vuggy-masif, sedangkan pada area Osela tuf dasitik memiliki tekstur vuggy-masif, urat kuarsa, dan urat sulfida. Paragenesis mineral dan karakteristik inklusi fluida yang berkembang pada area Main Ridge, membuktikan adanya proses pencampuran isotermal yang terjadi pada fluida hidrotermal di area Main Ridge, dicirikan dengan sedikitnya variasi mineral alterasi dan sulfida, hal ini mengindikasikan sedikitnya atau bahkan tidak ada perubahan temperatur yang terjadi selama pembentukan mineral alterasi dan sulfida serta diperkuat dengan pola distribusi inklusi fluida yang memperlihatkan perubahan pada salinitas namun temperatur relatif tetap. Hal tersebut cukup berbeda dengan area Osela yang memperlihatkan lebih banyak variasi mineral alterasi dan sulfida, mengindikasikan adanya perubahan temperatur dan salinitas sehingga memungkinkan terbentuknya mineral alterasi dan sulfida yang bervariasi, dan tentunya didukung dengan pola distribusi inklusi fluida yang memperlihatkan perubahan salinitas dan temperatur, membuktikan adanya proses pengenceran fluida hidrotermal pada area Osela. Variasi paragenesis mineral dan karakteristik fluida hidrotermal serta kehadiran tekstur urat kalsedonik pada area Osela mengindikasikan fluida bersifat asam menuju netral yang berasosiasi dengan endapan epitermal sulfidasi rendah.