Article Details

ANALISIS MORFOMETRIK, PETROGRAFI, DAN GEOKIMIA LAVA BANTAL KARANGSAMBUNG: IMPLIKASI TERHADAP TATANAN TEKTONIK KARANGSAMBUNG

Oleh   Dina Gunarsih [22017008]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Mirzam Abdurrachman, S.T., M.T.;Dr. Idham Andri Kurniawan, MT;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FITB - Teknik geologi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek :
Kata Kunci : Karangsambung, lava bantal, petrografi, geokimia, distribusi ukuran kristal.
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 8 file
Tanggal Input : 2020-01-17 14:19:52

Karangsambung memiliki singkapan lava bantal berbeda dimensi yang berlokasi di Kali Muncar, Kali Mandala dan Kali Susu. Ukuran bantal mengindikasikan kondisi asal tempat ia terbentuk. Lava bantal diinterpretasikan memiliki tatanan tektonik yang sama, namun perbedaan kemiringan dan kedalaman berpengaruh pada dimensinya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi pembentukan lava bantal dan implikasinya terhadap tatanan tektonik Karangsambung, dengan mengasumsikan singkapan bantal sama seperti asalnya. Jumlah data yang digunakan pada penelitian adalah 222 data dimensi bantal. Jumlah sampel batuan yang dianalisis petrografi adalah 20 sampel. Geokimia unsur mayor dan jejak dianalisis terhadap enam sampel batuan menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF), sedangkan unsur tanah jarang dari tiga sampel dianalisis menggunakan Inductively Coupled Plasma – Optical Emission Spectrometry (ICP-OES). Selanjutnya, waktu pendinginan serta viskositas relatif dari 12 sampel dan laju pendinginan dari enam sampel ditentukan dengan metode Distribusi Ukuran Kristal. Berdasarkan geokimia dan petrografi, ketiga lava bantal memiliki afinitas magma toleitik yang berhubungan dengan tatanan tektonik punggungan tengah samudera. Kali Muncar memiliki bentuk yang sempurna, rata – rata perbandingan lebar dan tinggi 1,89, kelimpahan matriks antarbantal sedikit, dan kelimpahan fenokris 11% hingga 27%. Waktu pendinginan kristalnya adalah 9,7 hingga 10,3 bulan, laju pendinginan 7,90 x 10-10 K/s hingga 9,09 x 10-10 K/s, dan viskositas relatif 1,49 hingga 1,99. Kali Susu memiliki bentuk bantal kurang sempurna, pipih, dengan rata – rata perbandingan lebar dan tinggi 1,51, dan lebih banyak matriks dibandingkan bantal di Kali Muncar. Kelimpahan fenokris sampel batuan di Kali Susu adalah 10% hingga 14%, waktu pendinginan 5,1 hingga 10,3 bulan, laju pendinginan 33,10 x 10-10 K/s hingga 36,42 x 10-10 K/s, dan viskositas relatif 1,44 hingga 1,60. Selanjutnya, Kali Mandala memiliki bentuk bantal sangat tidak sempurna, pipih, rata – rata perbandingan lebar dan tinggi 1,02, dan matriks sangat melimpah. Kelimpahan fenokris pada sampel batuan adalah 22% hingga 30%, waktu pendinginan 11,7 hingga 12 bulan, laju pendinginan 1,76 x 10-10 K/s hingga 1,80 x 10-10 K/s, dan viskositas relatif 2,49 hingga 2,59. Hasil penelitian mengindikasikan perbedaan pembentukan lava bantal Karangsambung. Lava bantal Kali Muncar terbentuk pada kemiringan sangat landai, kedalaman kolom air sangat dalam, waktu kristalisasi lambat, dan laju pendinginan menurun. Di Kali Susu, lava bantal terbentuk pada kemiringan lebih curam dan kedalaman kolom air lebih dangkal dibandingkan Kali Muncar, namun memiliki waktu pendinginan sangat cepat, dan laju pendinginan meningkat. Sebaliknya, lava bantal di Kali Mandala terbentuk pada kemiringan sangat terjal, kedalaman kolom air paling dangkal, laju pendinginan sangat menurun dan waktu pendinginan sangat lambat. Hasil penelitian disimpulkan terdapat tiga kondisi kemiringan saat terjadi pemekaran lantai samudera: kemiringan sangat landai, terjal, dan sangat terjal.