Article Details

PENGEMBANGAN DAN STUDI KELAYAKAN PRODUK SUPLEMEN SINBIOTIK (Bacillus cereus, Halomonas alkaliphila, Kapaphycus alvarezii, Spirulina sp.) PADA BUDIDAYA UDANG PUTIH (Litopenaeus vannamei), STUDI KASUS: SITUBONDO, JAWA TIMUR

Oleh   Ika Nur Fariha [21318005]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Gede Suantika, S.Si., M.Si.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SITH - Biomanajemen
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : akuakultur, analisis kelayakan, prebiotik, probiotik, sinbiotik
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-01-13 14:21:36

Akuakultur merupakan sektor yang terus tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan Akuakultur memiliki tingkat pertumbuhan tahunan dunia sebesar 5,8% selama periode 2000-2016. Perikanan budidaya di Indonesia mencapai 17,22 juta ton pada tahun 2017, dimana udang merupakan komoditas eskspor utama. Untuk proses industrialisasi lebih lanjut, udang sebagai komoditi akuakultur unggulan, masih mengalami beberapa kendala salah satunya adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Vibrio sp. (Vibriosis Syndrome). Oleh karena itu, dibutuhkan manajemen melalui penggunaan pakan fungsional dengan suplementasi sinbiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan: (1) formulasi dan pengaruh suplementasi pakan dengan menggunakan sinbiotik: prebiotik (Kappaphycus alvarezii dan Spirullina sp.) dan probiotik (Bacillus cereus dan Halomonas alkaliphila), terhadap kesintasan, pertumbuhan, dan resistensi vibriosis pada udang putih (Litopenaeus vannamei), (2) menentukan kelayakan biologis dan ekonomi dalam pengaplikasian suplemen sinbiotik skala pilot, (3) serta menentukan kelayakan bisnis produk suplemen sinbiotik yang ditinjau dari aspek pasar, keuangan, dan teknis. Hasil pengujian kinerja pakan menunjukkan kesintasan udang tertinggi sebesar 92,62±0,02% pada kelompok variasi probiotik B. cereus dan H. alkaliphila 1:1, yang berbeda signifikan dengan kontrol yakni 60,04±0,03% (p