Article Details

STUDI OVERPRESSURE DAN PREDIKSI TEKANAN PORI PADA SELAT MAKASSAR CEKUNGAN MAKASSAR BAGIAN UTARA

Oleh   Okta Aryani Saputri Ed [22015316]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Agus Mochamad Ramdhan, S.T., M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FITB - Teknik geologi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek :
Kata Kunci : Cekungan Makassar, tekanan pori, overpressure, mekanisme loading, Metode Eaton
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 9 file
Tanggal Input : 2020-01-09 14:44:16

Prediksi tekanan pori memiliki implikasi yang penting dalam menentukan suatu kegiatan pengeboran. Tesis ini membahas prediksi tekanan pori di Cekungan Makassar Bagian Utara dengan menggunakan data dari tiga sumur. Selat Makassar Utara dan laut dalam Cekungan Kutai merupakan wilayah eksplorasi migas pertama di laut dalam (>1000 m) dan frontier area di Indonesia. Selat Makassar membentang dengan arah utara – selatan sepanjang 600 km dan lebar antara 100 – 200 km serta kedalaman air laut dapat mencapai lebih dari 2000 m. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik overpressure yang meliputi penyebab dari kemunculan overpressure, penentuan puncak overpressure, serta memprediksi tekanan pori untuk diaplikasikan pada sumur sumur sekitar daerah penelitian yang akan dibor. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data pengeboran (pengukuran tekanan pori secara langsung dan laporan akhir pengeboran), data log talikawat (log gamma ray, resistivitas, densitas, dan sonik), dan data pendukung (deskripsi batuan, data biostratigrafi dan data geokimia). Pada daerah penelitian penyebab dari overpressure adalah peningkatan laju sedimentasi dalam waktu yang relatif singkat yang disebut mekanisme loading (disequilibrium compaction). Metode Eaton digunakan untuk menghitung tekanan pori. Eksponen Eaton yang digunakan berkisar antara 2.5 – 4 dengan menggunakan log resistivitas. Eksponen Eaton ini relatif sesuai dengan data pengukuran tekanan langsung dan berat lumpur. Diagenesa mineral lempung tidak terlihat pada crossplot antara log densitas dan log sonik dimana sebagian besar data berada pada fase awal diagenesa. Analisis kematangan batuan induk memperlihatkan bahwa batuan induk belum matang sampai dengan kedalaman akhir sumur, sehingga tidak terdapat kontribusi pembentukan overpressure melaluli mekanisme ini, paling tidak sampai kedalaman akhir sumur. Hasil analisis tekanan pori pada daerah penelitian mengindikasikan bahwa overpressure terjadi pada umur Miosen Akhir – Pliosen di interval kedalaman 3100 – 4400 m. Kemunculan puncak overpressure dipengaruhi oleh kecepatan sedimentasi dengan laju sedimentasi 266m/juta tahun – 365 m/juta tahun.