Article Details

PENGARUH KERUSAKAN LERENG AKIBAT PELEDAKAN TERHADAP KEMANTAPAN LERENG

Oleh   Isti Chairianti Ahmad [12113085]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.Eng. Ganda Marihot Simangunsong, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FTTM - Teknik Pertambangan
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Subjek :
Kata Kunci : damage, peledakan, Hoek & Brown, faktor keamanan
Sumber :
Staf Input/Edit : Resti Andriani  
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-12-31 10:37:54

Kegiatan pertambangan memiliki berbagai dampak terhadap lingkungan sekitarnya. Salah satu dampak tersebut adalah rock fatigue yang disebabkan oleh pembebanan berulang. Hal tersebut dapat menimbulkan kerusakan batuan dan menyebabkan kelongsoran lereng tambang. Salah satu kegiatan penambangan yang merupakan pembebanan berulang adalah kegiatan peledakan. Menurut pengujian yang dilakukan Safitri (2019), pembebanan berulang secara dinamik berpengaruh terhadap perubahan kekuatan batuan. Pembebanan berulang menggunakan impact test mempengaruhi nilai UCS dan nilai Modulus Young batuan. Semakin banyak tumbukan yang diberikan, maka nilai UCS dan nilai Modulus Young semakin kecil. Hasil pengujian tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengestimasi perubahan kekuatan batuan karena pengaruh kerusakan (damage) lereng dari kegiatan peledakan. Selain itu, kerusakan akibat peledakan juga berpengaruh terhadap kemantapan lereng. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai pengaruh kerusakan lereng akibat peledakan terhadap perubahan kekuatan batuan dan kemantapan lereng. Penelitian dilakukan menggunakan metode perhitungan berdasarkan kriteria failure Hoek & Brown dan permodelan untuk analisis kemantapan lereng dengan metode Bishop Simplified. Penelitian diawali dengan membuat rancangan peledakan. Dari rancangan tersebut diperoleh tekanan dan tegangan hasil peledakan. Data yang diperlukan untuk mengestimasi karakteristik massa batuan diperoleh dari data penelitian Safitri (2019). Karakteristik batuan dihitung menggunakan metode perhitungan berdasarkan kriteria failure Hoek & Brown pada kondisi sebelum dan setelah dilakukan peledakan. Nilai kohesi dan sudut gesek dalam pada kondisi lereng sebelum peledakan atau sebelum adanya damage (D = 0) adalah 0,088 Mpa dan 38,36°, pada kondisi lereng setelah adanya damage akibat peledakan (D = 0,0127) adalah 0,087 Mpa dan 38,26°, dan pada kondisi dimana batuan hancur (D = 1) adalah 0,03 Mpa dan 22,07°. Kemudian penelitian dilanjutkan dengan menganalisis kemantapan lereng pada model rancangan menggunakan program Rocscience Slide 6.0 dengan metode Bishop Simplified. Hasil dari penelitian ini adalah nilai kerusakan (damage) lereng akibat peledakan adalah 0,0127 dengan jarak pengaruh 1,99 meter dan nilai damage 1 dengan jarak pengaruh 1,53 meter. Penurunan kekuatan massa batuan akibat adanya kerusakan peledakan tersebut menyebabkan penurunan kemantapan lereng. Faktor keamanan pada kondisi lereng sebelum adanya damage adalah 2,450, pada kondisi lereng setelah adanya damage akibat peledakan adalah 1,345. Kedua angka faktor keamanan tersebut menunjukkan lereng dalam kondisi stabil.