Article Details

MUSEUM SENI RUPA KONTEMPORER REGIONAL KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Oleh   Indah Mega Ashari [15214071]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Aswin Indraprastha, S.T., M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Arsitektur
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek : Engineering & allied operations
Kata Kunci : Museum, Seni Kontemporer, Konektivitas
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 9 file
Tanggal Input : 2019-12-13 10:35:48

Generic placeholder image
COVER Indah Mega Ashari

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 1 Indah Mega Ashari

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 2 Indah Mega Ashari

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 3 Indah Mega Ashari

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 4 Indah Mega Ashari

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 5 Indah Mega Ashari

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 6 Indah Mega Ashari

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 7 Indah Mega Ashari

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
DAFTAR Indah Mega Ashari

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Museum Seni Rupa Kontemporer Regional hadir untuk menjawab kebutuhan pengarsipan, perawatan, dan publikasi seni kontemporer karya seniman Yogyakarta. Selain itu, museum hadir untuk memenuhi minat masyarakat terhadap objek wisata berbasis seni di Kabupaten Sleman dengan target pengunjung utama masyarakat dan wisatawan penikmat seni. Museum akan memamerkan karya seni rupa 2D, 3D, dan multimedia dengan anchor utama seni rupa kontemporer yang memiliki unsur batik Yogyakarta. Yayasan Seni Cemeti dan Indonesian Visual Art Archive sebagai pemrakarsa proyek museum, dengan bantuan dana oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Proyek ini dibangun di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta di atas tapak seluas 22000 m2. Kawasan jalan tersebut sedang mengalami peralihan dari kawasan permukiman menjadi kawasan komersial. Dalam proses perancangan museum, beberapa isu utama yang ingin diangkat adalah isu kemasyarakatan, sequence, konektivitas, dan sirkulasi. Hasil elaborasi isu, kondisi eksisting, dan lokasi tapak adalah sebuah konsep perancangan yang makro, yaitu Museum Seni Rupa Kontemporer Sebagai Media Pengubung Seni dan Masyarakat dengan judul “Woting Seni Len Masyarakat”. Kemudian dibuat tiga kriteria untuk mencapai konsep tersebut, yaitu adanya ruang publik pengikat, penciptaan kesan seni dalam keseharian, dan mencerdaskan masyarakat menggunakan metode yang menarik melalui perancangan ruang dalam. Hasil rancangan adalah museum yang bangunannya terlihat ramah terhadap konteks sekitar, memiliki ruang publik pengikat, dan sequence ruang dalam yang dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap makna seni rupa kontemporer.