Article Details

NANOEMULSIFIKASI BROMELAIN SERTA PENGEMBANGANNYA DALAM BENTUK SEDIAAN GEL UNTUK PENINGKATAN EFIKASINYA SEBAGAI OBAT LUKA BAKAR

Oleh   Evi Sulastri [20711023]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Heni Rachmawati, Apt., M.Si.;Dr.rer.nat. Rachmat Mauludin, S.Si., Apt., M.Si.;Dr. Maria Immaculata Iwo;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SF - Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : Bromelain, nanoemulsifikasi, gel, luka bakar
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-12-02 14:37:47

Latar Belakang dan Tujuan. Bromelain merupakan enzim proteolitik yang terdapat pada bagian batang dan buah tanaman nanas (Ananas comosus (Linn.) Merr. ). Salah satu aktivitas farmakologi bromelain adalah sebagai debridement enzimatik yang penting dalam pengobatan luka bakar. Bromelain sangat mudah terdegradasi oleh pengaruh cahaya dan rentan terhadap perubahan suhu dan pH yang dapat mengakibatkan aktivitasnya menurun. Untuk mengatasi masalah ketidakstabilannya, maka pada penelitian ini dilakukan nanoemulsifikasi bromelain serta pengembangannya dalam bentuk sediaan gel untuk meningkatkan efikasinya sebagai obat luka bakar. Metode: Nanoemulsi bromelain (NEB) dibuat dengan metode nanoemulsifikasi spontan yaitu bromelain diformulasikan ke dalam karier nanoemulsi menggunakan 4 variasi fase minyak yaitu virgin coconut oil (VCO), minyak zaitun, vitamin E asetat (VEA) , campuran VEA dan VCO. Cremophor RH40 digunakan sebagai surfaktan dan polietilen glikol 400 sebagai kosurfaktan. Evaluasi yang dilakukan meliputi analisis ukuran partikel, indeks polidispersitas, potensial zeta, aktivitas enzim dan morfologi (TEM) nanoemulsi. Selanjutnya, nanoemulsi bromelain diinkorporasikan ke dalam basis gel yang mengandung natrium alginat dan karboksimetil kitosan. Evaluasi in vivo dilakukan dengan mengaplikasikan sediaan NEB, gel alginatnanoemulsi bromelain (GANB), gel KMK-nanoemulsi bromelain (GKNB), basis gel alginat, basis gel KMK dan kontrol tanpa perlakuan sebagai perbandingan pada kulit kelinci yang dibuat mengalami luka bakar. Sebagai parameter efikasi penyembuhan luka dilakukan pengamatan kontraksi luka, skor eschar, eritema, pus dan udem. Hasil: Setelah penyimpanan selama 14 hari, nanoemulsi yang mengandung vitamin E asetat sebagai fasa minyak adalah yang paling stabil diantara 4 fase minyak yang diuji. Formula tersebut memiliki tampilan visual yang jernih, diameter globul 74,37 nm, indeks polidispersitas 0,275, efisiensi pemuatan 97,96 %, aktivitas enzim terhadap substrat kasein 1,350 unit/mL dan potensial zeta -2,49. Luka yang diobati dengan NEB menunjukkan persen kontraksi yang paling besar hingga hari ke-14. Penurunan kontraksi tersebut signifikan secara statistik (p