Article Details

KAJIAN TAMPILAN PRODUK KERAMIK DALAM KONTEKS EMOTIONAL DESIGN STUDI KASUS : PRODUK MUG STUDIO KERAMIK MANDIRI DI KOTA BANDUNG

Oleh   Anisa Putri [27117065]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Adhi Nugraha, MA;Dr. Gita Winata, S.Ds., M.Ds.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FSRD- Desain
Fakultas : Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)
Subjek :
Kata Kunci : Keramik, Mug, Studio Mandiri, Emotional Design, Visceral, Behavioral, Reflective
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 8 file
Tanggal Input : 2019-11-26 10:24:02

Apa yang menjadi pembeda antara satu produk dengan produk yang lainnya sehingga produk memiliki nilai dan keunikannya masing-masing? Semua desain dapat menimbulkan emosi pengguna, setiap produk memiliki emosi yang berbedabeda, begitu pula dengan produk keramik, terutama produk keramik yang digunakan sehari-hari. Keterikatan emosional pada produk didapatkan dari pengalaman pengguna saat melakukan interaksi dengan produk yang levelnya berbeda. Respon atau pengalaman yang didapat dari interaksi pengguna dengan produk dibagi menjadi dibagi menjadi tiga level yaitu level visceral, behavioral dan reflective. Dalam penelitian ini dilakukan kegiatan kajian produk keramik jenis mug dalam konteks desain dan emosi dengan pendekatan teori tiga level pemrosesan. Studi yang dilakukan dibagi menjadi dua bagian yakni kegiatan mengumpulkan data respon pengguna dan kegiatan deskriptif analisis dari tampilan fisik produk. Dari 6 (enam) mug yang diujikan berada level pengalaman dan tipe kesenangan yang berbeda-beda. Dua jenis mug berada di level behavioral yang tentunya sangat diminati pengguna yang mementingkan kenyamanan dalam penggunaan seharihari. Dua mug lainnya berada di level reflective dengan keunikan konsep bentuk dan nilai personal. Sementara dua mug lainnya berada di level visceral dan samasama memiliki unsur dekoratif berupa teknik glasir tertentunya menarik minat pengguna pada pandangan pertama. Selain itu dapat diketahui juga bahwa aspek bentuk pada produk merupakan aspek yang paling berpengaruh dalam keterikatan emosional antara pengguna dengan produk.