Article Details

PENINGKATAN PELAYANAN PERSAMPAHAN DENGAN PENDEKATAN ABILITY TO PAY (ATP), WILLINGNESS TO PAY (WTP), DAN ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI KABUPATEN KLUNGKUNG WILAYAH DARATAN, PROVINSI BALI

Oleh   Elprida Agustina [25717003]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Mochammad Chaerul, S.T., M.T.;Dr. I Made Wahyu Widyarsana, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTSL - Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi
Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Subjek : Area planning
Kata Kunci : Analitical Hierarchy Process (AHP), kemampuan dan kesediaan membayar, pengelolaan sampah, pembiayaan
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 12 file
Tanggal Input : 2019-11-07 14:28:10

Kabupaten Klungkung terdiri dari 4 kecamatan yang terdiri dari 3 kecamatan di daratan dan 1 kecamatan di wilayah kepulauan. Pada tahun 2017 populasi penduduk di Kabupaten Klungkung mencapai 131.230 jiwa dan menerima 378.894 wisatawan dari berbagai belahan dunia. Peningkatan aktivitas akan secara berbanding lurus mengakibatkan peningkatan timbulan sampah yang saat ini mencapai 63,6 ton/hari. Kabupaten Klungkung memiliki 3 alternatif pemrosesan akhir sampah yaitu pemrosesan ke TPA Regional Bangli, pembuatan TPA baru, dan pemrosesan sampah di TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat). Pemilihan alternatif terbaik dilakukan dengan Analitical Hierarchy Process (AHP) terhadap 4 kriteria yaitu lingkungan, ekonomi, sosial, dan teknis. Alternatif pengolahan sampah di TOSS menjadi prioritas utama yang terpilih dengan bobot penilaian sebesar 0,47. Analisa kemampuan dan kesediaan warga dalam membayar jasa pelayanan sampah sebagai sumber pembiayaan untuk pengoperasian TOSS dilakukan dengan analisa CVM (Contingent Valuation Method). Kemampuan membayar jasa pelayanan sampah warga Kabupaten Klungkung adalah sebesar Rp. 7.100,00 – Rp. 14.200,00 sedangkan kesediaan membayar jasa pelayanan eksisting adalah sebesar Rp. 6.370,00 serta jasa pelayanan improvement sebesar Rp. 7.960,00. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar jasa pengelolaan sampah secara signifikan adalah pengetahuan terhadap pengelolaan sampah dan tingkat kepuasan terhadap pengelolaan sampah eksisting.