Article Details

Fragmentasi Parsial Venom Ular Bungarus fasciatus untuk Digunakan Pada Produksi Antivenom Ular yang Beretika

Oleh   Adira Angelika Sukmana [11215012]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Wardono Niloperbowo, Ph.D.;Hidayat Setiadji, S.Si.,Apt,M.Si;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SITH - Rekayasa Hayati
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : Bungarus fasciatus, Fragmentasi parsial, Venoid, Protease, Response Surface Methodology (RSM).
Sumber :
Staf Input/Edit : didi kusnendi  
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-09-27 10:28:57

Proses fragmentasi venom menjadi venoid dengan memanfaatkan protease berupa pepsin dan tripsin dapat diadopsi untuk menurunkan toksisitas venom dari ular B. fasciatus. Hal ini ditujukan supaya tahap imunisasi kuda pada proses pembuatan antivenom ular sejalan dengan aspek-aspek etika pada prinsip animal welfare. Proses fragmentasi yang diharapkan bukan bertujuan mendapatkan fragmentasi sempurna, melainkan proses fragmentasi secara parsial. Hal ini dilakukan untuk menghindari overdigestion yang berpotensi merusak antigenic determinant pada venom ular. Penelitian mengenai fragmentasi parsial venom ular B. fasciatus dilakukan melalui analisis RSM (Response Surface Methodology) dengan metode skrining pada desain faktorial. Parameter yang terlibat dalam proses fragmentasi venom meliputi pH, konsentrasi enzim, serta waktu inkubasi. Uji ANOVA menunjukkan bahwa pada fragmentasi yang difasilitasi pepsin, faktor pH berpengaruh signifikan secara statistik terhadap variabel respon. Sementara pada fragmentasi yang difasilitasi oleh tripsin, faktor yang berpengaruh signifikan adalah pH dan waktu inkubasi (p-value