Article Details

STUDI FASIES DAN PEMODELAN RESERVOIR STATIS PADA INTERVAL FS 2 - FS 10 FORMASI CIBULAKAN ATAS, LAPANGAN SEKIP, CEKUNGAN CIPUNEGARA, JAWA BARAT

Oleh   Jauhar Salsabila Tanjung [12015008]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Dwiharso Nugroho, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FITB - Teknik Geologi
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek :
Kata Kunci : Cekungan Jawa Barat Utara, asosiasi fasies, distribusi petrofisika, pemodelan reservoir statis, estimasi cadangan.
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 13 file
Tanggal Input : 2019-09-11 10:17:41

Generic placeholder image
ABSTRAK Jauhar Salsabila Tanjung

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
COVER Jauhar Salsabila Tanjung

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 1 Jauhar Salsabila Tanjung

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 2 Jauhar Salsabila Tanjung

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 3 Jauhar Salsabila Tanjung

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 4 Jauhar Salsabila Tanjung

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 4 Jauhar Salsabila Tanjung

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 4 Jauhar Salsabila Tanjung

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 4 Jauhar Salsabila Tanjung

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 4 Jauhar Salsabila Tanjung

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 4 Jauhar Salsabila Tanjung

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 5 Jauhar Salsabila Tanjung

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
PUSTAKA Jauhar Salsabila Tanjung

Terbatas
» ITB


Lapangan Sekip merupakan salah satu lapangan minyak dan gas bumi yang berada di Blok ONWJ, Cekungan Jawa Barat Utara, Jawa Barat. Lapangan ini memiliki luas sekitar 104 km2 dan merupakan lapangan tahap pengembangan. Penelitian dilakukan pada interval FS 2 – FS 10 yang merupakan bagian dari Formasi Cibulakan Atas. Terdapat empat reservoir yang menjadi fokus dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan untuk menentukan lingkungan pengendapan dan fasies, evaluasi formasi dan distribusi properti petrofisika, serta pemetaan bawah permukaan untuk menentukan geometri reservoir. Estimasi cadangan hidrokarbon dilakukan untuk mengetahui besarnya volume Original Oil in Place (OOIP) maupun Original Gas in Place (OGIP). Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data batuan inti, dan log sumur dari 33 sumur di daerah penelitian. Hasil analisis batuan inti menunjukkan bahwa litofasies penyusun interval FS 2 – FS 10 adalah enam litofasies batupasir yaitu F1, F2, F3, F4, F5, dan F6, satu fasies batulempung yaitu F7 dan satu fasies batugamping yaitu F8. Berdasarkan analisis batuan inti, ichnofossil, dan elektrofasies, interval penelitian diinterpretasikan berada pada lingkungan pengendapan transgressive tidal sand ridges berumur Miosen Tengah. Asosiasi fasies berupa AF1 (Tidal Dominated Lower Shoreface), AF2 (Tidal Dominated Upper Shoreface), dan AF3 (Transgressive Lower Shoreface) dengan peta ketebalan geometri reservoir sand ridge menunjukkan arah umum pengendapan Timur Laut – Barat Daya. Selanjutnya, pemodelan reservoir statis dilakukan untuk memodelkan fasies dan petrofisika. Distribusi properti petrofisika diantaranya porositas efektif, permeabilitas, dan saturasi air efetkif secara kualitatif dikontrol oleh persebaran fasies dengan arah Timur Laut – Barat Daya. Hasil estimasi cadangan menunjukkan volume dari interval Reservoir 1 sebesar 3,22 BCF gas dan 3,96 MMBL minyak, Reservoir 2 sebesar 0,90 BCF gas dan 0,49 MMBL minyak, Reservoir 3 sebesar 0,14 BCF gas dan 1,89 MMBL minyak, serta Reservoir 4 sebesar 2,69 BCF gas dan 1,89 MMBL minyak.