Article Details

OPTIMASI PERTUMBUHAN MIKROALGA CHLORELLA VULGARIS YANG BERPOTENSI SEBAGAI AGEN UPGRADING BIOGAS MENJADI BIOMETANA

Oleh   Linea Alfa Arina [21117006]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Pingkan Aditiawati, MS;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SITH - Bioteknologi
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : Biogas, Biomassa, Cahaya, Chlorella vulgaris, Klorofil, NaHCO3
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-09-09 13:54:40

Salah satu limbah terbesar yang dihasilkan oleh industri kelapa sawit di Indonesia adalah limbah cair yang dikenal dengan Palm Oil Mill Effluent (POME). Saat ini, salah satu pemanfaatan limbah POME adalah untuk produksi biogas. Biogas dari limbah POME sebagai sumber energi alternatif menemui beberapa tantangan produksi. Salah satunya terkait dengan nilai densitas energi yang lebih rendah dibandingkan dengan gas alam. Kandungan CO2, H2S, asam lemak volatil, dan uap air yang tinggi menyebabkan biogas dari limbah POME tidak dapat digunakan secara langsung sebagai bahan bakar. Dengan demikian, perlu adanya proses upgrading untuk meningkatkan nilai kalor biogas. Teknologi upgrading biogas dari limbah POME menggunakan mikroalga adalah salah satu alternatif teknologi yang dinilai lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan kemampuan mikroalga dalam berfotosintesis, pengotor biogas seperti CO2 dapat diserap sebagai sumber karbon dan menghasilkan biomassa yang bernilai tambah. Mikroalga memiliki kemampuan fotosintesis seperti kelompok tumbuhan, namun juga memiliki periode tumbuh yang lebih cepat seperti bakteri, jamur, dan ragi. Salah satu jenis mikroalga potensial dimanfaatkan adalah Chlorella vulgaris. Mikroalga ini dapat tumbuh dalam limbah biogas dengan produktivitas lebih tinggi. Selain itu, Chlorella vulgaris memiliki kemampuan toleransi terhadap CO2 yang tergolong tinggi. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi pertumbuhan Chlorella vulgaris yang berpotensi sebagai agen upgrading biogas menjadi biometana. Pada penelitian ini dilakukan optimasi pertumbuhan Chlorella vulgaris dengan faktor pertumbuhan berupa perlakuan gelombang cahaya berbeda, yaitu cahaya merah, biru, dan putih, serta cahaya ambient sebagai kontrol. Untuk melihat kemampuan Chlorella vulgaris dalam biofiksasi CO2, digunakan variasi penambahan senyawa NaHCO3 sebagai sumber CO2 anorganik dengan berbagai konsentrasi, yaitu 0;1;2; dan 3 g/l. Inokulum sebanyak 10% (v/v) Chlorella vulgaris ditumbuhkan dalam medium Bold’s Basal selama 18 hari, pada suhu ruang (25±0,6oC), dengan pH awal 6,6, dengan fotoperiode 16:8, dan agitasi sebesar 150 rpm. Jumlah biomassa, perubahan pH dan jumlah klorofil a dan b ditentukan berdasarkan perlakuan cahaya dan konsentrasi NaHCO3 berbeda. Analisis biomassa dilakukan dengan metode spektrofotometri dengan mengukur absorbansi sampel pada ?=680 nm. Analisis klorofil a dan b ditentukan menggunakan metode spektrofotometri dengan mengukur absorbansi pada ?=630 nm, ?=645 nm, dan ?=665 nm berdasarkan metode dan persamaan Parson&Strickland. Hasil menunjukkan umur inokulum terbaik Chlorella vulgaris adalah 8,5 hari. Laju pertumbuhan dan jumlah biomassa tertinggi dicapai pada perlakuan menggunakan panjang gelombang 450-495 nm (cahaya biru) dan penambahan NaHCO3 sebanyak 2 g/l pada hari ke-14. Kombinasi perlakuan cahaya biru dan penambahan NaHCO3 sebanyak 2 g/l tersebut juga menghasilkan jumlah klorofil a tertinggi, yaitu didapat sebanyak 4,24 mg/l dan jumlah klorofil b tertinggi didapat sebanyak 3,08 mg/l. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa perlakuan cahaya berpengaruh signifikan terhadap pertambahan jumlah biomassa, terutama pada perlakuan gelombang cahaya biru dengan laju 0,195 hari-1. Penambahan NaHCO3 berbagai konsentrasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Chlorella vulgaris dilihat dari jumlah biomassa dan jumlah klorofil yang tidak jauh berbeda.