Article Details

IDENTIFIKASI BUBBLE DAN CRASH SAHAM PROPERTI DI INDONESIA MENGGUNAKAN METODE MINIMUM SPANNING TREE

Oleh   Muhammad Fahrizal Zukri [10214072]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Acep Purqon, S.Si., M.Si., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FMIPA - Fisika
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek :
Kata Kunci : jaringan, korelasi, minimum spanning tree, NTL, saham
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-09-09 10:12:56

Generic placeholder image
ABSTRAK Muhammad Fahrizal Zukri

Terbatas
» ITB


Fisika melalui cabang ilmunya, Ekonofisika, memiliki relevansi dengan investor dan peneliti. Ilmu Ekonofisika menjelaskan bahwa pasar saham yang kompleks dan dinamis ternyata memiliki kaitan dengan Fisika, yaitu pada interaksi agen dan atom-atom pada tingkatan mikro. Gelembung ekonomi merujuk pada situasi dimana harga suatu produk atau aset dalam segmen pasar, contohnya saham, mengalami kenaikan harga di luar batas kewajaran, dan terjadi dalam tempo waktu yang relatif cepat. Apabila gelembung perekonomian ini terus berlangsung, harga saham akan terus naik, sehingga pada suatu saat diakhiri dengan 'meletusnya' gelembung itu. Peristiwa meletusnya gelembung tersebut dinamakan dengan crashes atau crash. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bubble dan crash saham properti di Indonesia menggunakan metode Minimum Spanning Tree. Hasil penelitian ini menghasilkan peta jaringan saham properti, koefisien korelasi dan Normalized Tree Length. Nilai koefisien korelasi rata-rata sepanjang tahun 2016-2018, berkisar di antara 0,1031-0,2014. Hal ini menunjukkan bahwa saham-saham properti yang diamati pada penelitian kali ini tidak memiliki korelasi yang sangat kuat, baik itu korelasi positif maupun korelasi negatif. Oleh karena itu, pergerakan saham properti di Indonesia pada rentang waktu pengamatan, yaitu tahun 2016-2018 masih berada dalam tahap normal, dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda fenomena bubble ataupun crash.